INDOZONE.ID - Warner Bros. baru-baru ini mengumumkan keputusan mengejutkan untuk membatalkan pengembangan game Wonder Woman.
Tidak hanya itu, mereka juga menutup tiga studio pengembang ternama, Monolith Productions, Player First Games, dan Warner Bros. Game San Diego.
Berita ini disampaikan reporter Bloomberg, Jason Schreier, melalui akun Bluesky, diikuti dengan laporan lengkap yang dirilis Bloomberg.
Dalam pernyataan yang dirilis, WB menyatakan, mereka harus membuat keputusan sulit untuk merestrukturisasi pengembangan game mereka.
Fokus kini akan dialihkan untuk menghasilkan game terbaik dari waralaba utama mereka, seperti Harry Potter, Mortal Kombat, DC, dan Game of Thrones.
Baca Juga: Revenge of the Savage Planet Siap Meluncur 8 Mei 2025 dengan Beragam Edisi Menarik
Penutupan Monolith Productions, Player First Games, dan WB Games San Diego adalah bagian dari langkah strategis ini. Hal itu bertujuan mengoptimalkan studio dan investasi mereka, untuk memenuhi target tersebut.
Perusahaan juga mengungkapkan, proyek Wonder Woman yang sedang dikembangkan Monolith Productions, tidak akan dilanjutkan.
Dalam pernyataan itu pula, mengembang bilang, meskipun keputusan ini sangat sulit, perusahaan tetap berkomitmen untuk memproduksi game berkualitas tinggi bagi penggemar mereka.
Perusahaan pun berharap, dapat mengembalikan bisnis game mereka ke jalur pertumbuhan yang positif pada tahun 2025 dan seterusnya.
Pengembangan game Wonder Woman sempat menghadapi tantangan besar sejak awal tahun 2024, dengan laporan yang mengungkapkan perubahan sutradara dan masalah dalam proses reboot.
Keputusan ini muncul di tengah-tengah kesulitan yang lebih luas, dan dialami divisi game Warner Bros., termasuk PHK di Rocksteady dan penutupan game MultiVersus, serta penerimaan yang kurang memuaskan terhadap game Suicide Squad: Kill the Justice League.
Selain itu, industri game secara keseluruhan mengalami tren restrukturisasi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak 2023, lebih dari 10.000 pengembang game mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Angka tersebut melonjak lebih dari 14.000 pada 2024, meskipun di 2025 juga terjadi banyak penutupan studio, jumlah pasti yang terdampak masih belum jelas.
Keputusan Warner Bros. ini menambah daftar panjang pengurangan tenaga kerja, dan pembatalan proyek yang terjadi dalam industri game saat ini.
Baca Juga: Tekken 8 Umumkan Anna Williams sebagai Karakter Pertama di Season 2
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Gamer