INDOZONE.ID - Crytek baru saja mengumumkan keputusan besar. Mereka merumahkan 60 dari total 400 karyawannya.
Keputusan ini diambil demi keberlanjutan finansial perusahaan. Padahal, game Hunt: Showdown masih terus dikembangkan.
Selain itu, dampak lainnya adalah hingga waktu yang belum ditentukan, pengembangan Crysis 4 ditunda.
Crytek pun menjelaskan, bahwa mereka telah mencoba langkah lain, seperti mengalokasikan sebagian staf pengembang ke proyek Hunt: Showdown, guna mengurangi beban biaya operasional.
Namun, langkah tersebut belum cukup untuk menstabilkan keuangan Crytek.
Baca Juga: Kojima Productions Akan Gelar Showcase Death Stranding 2 di SXSW 2025
Oleh karena itu, pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi keputusan yang tak terelakkan.
Sebanyak 15 persen dari total tenaga kerja perusahaan terpaksa dirumahkan.
Meski begitu, karyawan terdampak keputusan ini akan mendapatkan paket pesangon dari Crytek.
Crysis 4 Tertunda, Masa Depan Seri Masih Belum Pasti
Padahal, Crytek berencana menghadirkan konsep baru dalam pengembangan game Crysis, yakni battle royal bertajuk Crysis Next.
Lalu, di YouTube, bocaran gameplay dari proyek ini sempat wara-wiri.
Dalam bocoran itu, tampak mekanisme third-person shooting dalam arena pemanasan.
Tak hanya itu, ada juga elemen khas dari Crysis, seperti kemampuan nanosuit.
Namun, proyek tersebut dibatalkan sebelum akhirnya Crytek resmi mengumumkan Crysis 4 pada Januari 2022.
Sayangnya, setelah tiga tahun berlalu, belum ada perkembangan berarti mengenai sekuel ini.
Bahkan, masa depan Crysis 4 kini menjadi abu-abu setelah keputusan PHK yang diambil Crytek.
Sekadar informasi, game pertamanya rilis pada 2007. Setelahnya, game ini menjadi tolok ukur spesifikasi PC pada masanya.
Sementara itu, judul utama terakhir dalam seri ini, Crysis 3, dirilis pada Februari 2013.
Sejak itu, Crytek hanya menghadirkan versi remaster dari trilogi orisinalnya.
Sekarang, para penggemar game ini pun harus bersabar dengan kondisi sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: GAMERANT