Rabu, 23 APRIL 2025 • 20:38 WIB

Lomba Lari Maraton Robot Humanoid di China, Ada yang Pakai Sarung Tinju!

Author

Robot humanoid robot "Tiangong" juara lomba lari maraton di Beijing, China.

INDOZONE.ID - Lomba lari maraton dengan peserta robot humanoid berlangsung di Yizhuang, Beijing, China pada Sabtu, 19 April 2025 lalu.

Sebanyak 21 robot humanoid berbagai jenis ikut lomba lomba lari sejauh 21 kilometer.

Robot-robot ini datang dalam berbagai bentuk. Ada yang mungil, tak sampai 1,2 meter.

Ada juga yang menjulang seperti manusia dewasa, setinggi 1,8 meter.

Salah satu robot bahkan dibuat dengan tampilan menyerupai manusia banget, bisa mengedip, senyum, sampai punya fitur wajah feminin.

Baca Juga: Chery Gandeng DeepSeek Kembangkan Robot Humanoid

Lomba ini sebenarnya bukan sekadar uji fisik, tapi juga uji teknologi.

Beberapa robot sudah dites berhari-hari sebelumnya oleh tim insinyur.

“Robot-robot ini berjalan sangat stabil... Saya merasa sedang menyaksikan evolusi robot dan AI,” kata He Sishu, penonton yang juga kerja di bidang AI mengutip Reuters, Rabu (23/4/2025).

Salah satu robot humanoid berpatisipasi dalam lomba lari maraton di Beijing, China.

Dalam lomba, masing-masing robot didampingi pelatih manusia. Beberapa pelatih bahkan harus bantu menopang robotnya supaya tetap berdiri.

Baca Juga: Perusahaan China GAC Group Perkenalkan Robot Humanoid yang Bisa Transformasi Mode Roda 2 dan 4

Uniknya, ada robot yang pakai sepatu lari, sarung tinju dan satu lagi ada yang pakai ikat kepala merah bertuliskan “Bound to Win”.

Robot humanoid yang keluar sebagai juara adalah Tiangong Ultra, yakni robot besutan dari Beijing Innovation Centre of Human Robotics.

Robot ini berhasil menyelesaikan lari dengan dengan catatan waktu 2 jam 40 menit. 

Sebagai perbandingan, juara kategori pria manusia mencatat waktu 1 jam 2 menit.

Pusat robotika pembuat Tiangong sebagian besar sahamnya dimiliki oleh dua perusahaan milik negara, dan sisanya dimiliki oleh divisi robotika dari perusahaan teknologi besar Tiongkok seperti Xiaomi dan UBTech.

Menurut Tang Jian, kepala teknologi dari pusat tersebut, Tiangong bisa tampil unggul karena punya kaki panjang dan algoritma khusus yang meniru cara manusia berlari.

Salah satu robot humanoid menjadi peserta lari maraton di Beijing, China.

Tang juga cerita bahwa baterai robot diganti tiga kali selama lomba berlangsung.

Tapi tidak semua robot berjalan mulus. Ada yang langsung jatuh di garis start dan baru bisa bangun beberapa menit kemudian.

Ada juga yang nabrak pagar hanya beberapa meter setelah mulai berlari, sampai operator manusianya ikut terjatuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU