Senin, 03 MARET 2025 • 17:20 WIB

Kembangkan Teams Jadi Prioritas, Microsoft Pilih Tutup Skype Per 5 Mei 2025

Author

Logo Skype. (Unsplash/Eyestetix Studio)

INDOZONE.ID - Layanan pesan instan Skype akan ditutup oleh Microsoft secara permanen per 5 Mei, 2025.

Skype yang diluncurkan pertama kali sejak 23 tahun yang lalu, akan ditutup karena Microsoft memilih mengembangkan Teams jadi prioritas.

Skype memberikan kesempatan dengan jangka waktu 10 minggu untuk berpindah ke Teams, atau membiarkan akun Skype menghilang bersaamaan dengan tutupnya Skype.

Terdapat 36 juta pengguna aktif Skype sebelum pengumuman akan tutup, telah ditinggalkan oleh lebih dari 80% penggunan yang dulunya aktif hingga 300 juta orang.

Jeff Teper yang menjabat sebagai Presiden Microsoft 365, mengaku kondisi Skype sekarang sudah berbeda dibandingkan sebelumnya.

Namun dia mengatakan, pertimbangan fokus sepenuhnya ke Teams telah dipertambangkan selama 7 tahun sebelum tiba saat ini.

“Sekarang kami akan mencurahkan fokus utama di belakang Teams yang memungkinkan kami memberikan pesan yang lebih sederhana dan mendorong inovasi lebih cepat,” ujar Teper.

Studi Bisnis Skype Kenapa Akhirnya Tutup

Skype awalnya diprioritaskan untuk pasar konsumen, namun karena melirik pasar bisnis maka Microsoft meluncurkan Skype For Business pada tahun 2015.

Akan tetapi, setahun kemudian di tahun 2016 Microsoft meluncurkan Teams yang awalnya digunakan untuk fokus pada pasar bisnis.

Baca Juga: Fitur Baru Skype Memungkinkan Pengguna di AS Panggil 911 Lewat Komputer

Kehadiran Microsoft Teams memulai arah baru Microsoft di ruang komunikasi cloud. Awalnya Teams dianggap mirip dengan Slack, namun cita-cita besar Microsoft membangun platform untuk menciptakan ekosistem kolaborasi dan komunikasi antar aplikasi di Microsoft, termasuk untuk obrolan video dan teks.

Microsoft Teams vs Skype.

Sejak Teams diluncufkan oleh Microsoft untuk segmen konsumen di desktop dan web yang dapat diakses dengan mudah, perlahan-lahan Skype mulai menunjukkan tanda-tanda akan ditutup.

Teper mengaku selama dua tahun terakhir jumlah menit panggilan di Teams bertambah hingga empat kali lipat.

“Pada konteks yang cukup luas, kami merasa Teams dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi. Kami mulai memikirkan untuk mematikan Skype, namun kami benar-benar merasa produk kami (Teams) telah sesuai dengan konsumen yang butuhkan dan kami percaya konsumen sudah siap sekarang,” jelas Teper.

Sejarah Aplikasi Skype Sebagai Aplikasi Pesan dan Telepon Instan

Kemunculan Skype pertama kali di tahun 2002, mengebrak dunia internet yang berawal dari hanya bertukar pesan dan berkembang ke video call dengan kamera dan saling berbagi file. 

Perkembangan dunia smartphone dan persaingan aplikasi instan yang semakin ketat, membuat Skype lambat laun ditinggalkan oleh penggunanya.

Saat pandemi, banyak orang yang kembaili ke Skype hingga mencatatkan peningkatan user aktif hingga 70%, karena orang-orang saat lockdown mencari cara untuk berhubungan dengan orang yang mereka sayangi.

Baca Juga: Tak Cuma di AS, Panggilan Darurat Lewat Skype Kini Tersedia di 5 Negara, Begini Skemanya

Perkembangan Skype selama pandemi membuat Microsoft semakin yakin kalau Teams merupakan masa depan dan dipersiapkan secara matang.

Setelah waktunya tiba, perlahan-lahan fungsi di Skype akan dipindahkan ke Teams dan ditambahkan lagi beberapa fitur.

Pelajaran dari Dihentikannya Skype

Pelajaran yang dapat diambil soal penghentian operasional Skype adalah sekarang ranah bisnis dan ranah konsumen batasannya telah kabur, diakibatkan perbedaan norma di masyarakat dan tren seperti kerja dari rumah.

Skype berawal dari produk konsumen yang menyebar ke ranah bisnis, sementara Teams dimulai dari produk bisnis yang telah menyasar ke kelas konsumen.

Teper menganggap hal ini bukanlah masalah, mengingat produk Microsoft lain juga sudah banyak melampaui batas penggunaanya.

“Saya merasa akan banyak orang yang berpindah ke Teams dari Skype. Jika anda berpikir soal Excel, Word, dan Power Point itu adalah brand yang bekerja untuk ranah bisnis dan konsumen. Kami punya anak-anak dan orang tua yang membuat pekerjaan rumah di word, anggaran di Excel, jadi kami punya preseden yang baik untuk aplikasi kami yang digunakan sebagai kepentingan pribadi dan pekerjaan,” tegas Teper.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: TechCrunch

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU