Minggu, 02 FEBRUARI 2025 • 18:20 WIB

DeepSeek Punya 50.000 Chip Nvidia H100 Terlarang, Benarkah?

Author

DeepSeek.

INDOZONE.ID - DeepSeek, perusahaan rintisan AI asal China, belakangan ini jadi buah bibir di dunia teknologi.

Bagaimana tidak, mereka berhasil menciptakan model AI canggih dengan biaya yang lebih minim dan spesifikasi teknologi lebih rendah dibanding pesaing-pesangnya, seperti OpenAI, Meta, dan Anthropic.

Dibalik kepintaran AI ini, ada kabar mengatakan bahwa DeepSeek menyimpan 50.000 chip Nvidia H100—chip yang seharusnya terlarang untuk diekspor ke China.

Benarkah demikian? Yuk, kita telusuri jawabannya di artikel berikut ini.

AS Berlakukan Pembatasan Chip ke China

Seperti diketahui, Amerika Serikat (AS) memberlakukan pembatasan ekspor chip AI ke China sejak 2022. Chip Nvidia H100, yang dirilis akhir 2022, menjadi salah satu korban dari aturan ini.

Chip ini dianggap terlalu canggih, karena dibangun dengan arsitektur Hopper yang mampu menangani data besar dan komputasi cepat—faktor kunci untuk pengembangan AI.

Baca Juga: DeepSeek: Censorship dan Dampaknya pada Industri AI Global

Nvidia mencari alternatif lain untuk dapat menjual chip H100 ini ke China dengan memangkas kemampuannya.

Alhasil, Nvidia pun memproduksi chip versi "ringan" seperti A800 dan H800 yang dijual khusus untuk China.

Namun, celah tersebut ditutup oleh pemerintah AS pada 2023 dengan memperketat aturan ekspor berdasarkan kinerja komputasi, bukan lagi kemampuan komunikasi chip.

Akibatnya, chip A800 dan H800 pun ikut dilarang diekspor ke China.

Kabar 50.000 Chip Nvidia H100 di Tangan DeepSeek

Nah, di tengah situasi ini, Alexandr Wang, CEO Scale AI, membuat pernyataan mengejutkan. Menurutnya, DeepSeek sebenarnya menyimpan lebih dari 50.000 chip Nvidia H100.

"Lab-lab di China memiliki chip Nvidia H100 lebih banyak dari yang orang-orang kira. DeepSeek punya lebih dari lima puluh ribu H100, yang tidak bisa mereka umbar karena aturan pembatasan ekspor AS," katanya, dikutip wccftech (1/1/25).

Wang tidak menjelaskan bagaimana DeepSeek bisa mendapatkan chip tersebut. Namun, ia memprediksi bahwa ke depannya, perusahaan China akan semakin kesulitan mengakses chip AI canggih karena aturan ekspor AS yang semakin ketat.

Respons Nvidia dan DeepSeek

Nvidia telah merespons kabar dari Wang ini. Mereka menyatakan bahwa semua chip yang digunakan DeepSeek sudah mematuhi kontrol ekspor AS.

"Karya DeepSeek menggambarkan bagaimana model baru bisa dibuat menggunakan teknik tersebut, memanfaatkan model yang tersedia secara luas dan komputasi yang sepenuhnya mematuhi kontrol ekspor," kata Nvidia dalam pernyataannya.

Baca Juga: Taiwan Resmi Larang Penggunaan DeepSeek di Instansi Pemerintah

Nvidia juga menekankan bahwa inferensi AI membutuhkan banyak GPU dan jaringan berkinerja tinggi.

Ini menunjukkan bahwa meski DeepSeek menggunakan chip Nvidia, mereka tetap beroperasi dalam batas yang diizinkan.

DeepSeek Jadi Bukti Canggihnya AI di China

Pembatasan ekspor chip AI oleh AS jelas menjadi tantangan besar bagi China. Namun, kabar tentang DeepSeek yang memiliki 50.000 chip Nvidia H100—jika benar—menunjukkan bahwa China masih memiliki akses ke teknologi canggih, meski dengan cara yang tidak biasa.

Di sisi lain, ini juga bisa memicu perlombaan teknologi antara AS dan China.

AS terus memperketat aturan ekspor, sementara China berusaha keras untuk mengembangkan kemampuan AI-nya sendiri, termasuk memproduksi chip dalam negeri.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wccftech.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU