Kamis, 02 JANUARI 2025 • 08:05 WIB

Apple Tunda Menggunakan Chip 2nm hingga 2026, TSMC Hadapi Tantangan Produksi

Author

tsmc (gsmarena)

INDOZONE.ID - Teknologi semikonduktor terus berkembang, dan chip 2nm diharapkan menjadi terobosan besar dalam industri ini.

Apple, yang dikenal sebagai pelopor dalam adopsi teknologi terbaru, awalnya berencana meluncurkan iPhone dengan chip 2nm pada tahun 2025.

Namun, rencana ini mengalami kendala karena masalah produksi di mitra utamanya, TSMC. Penundaan ini menyoroti tantangan besar dalam membawa teknologi baru ke pasar global.

Baca Juga: 5 Produk Apple yang Paling Dinantikan

Chip 2nm untuk iPhone 17 Pro Ditunda Hingga 2026

Apple awalnya merencanakan peluncuran iPhone 17 Pro pada tahun 2025 dengan menggunakan chip 2nm.

Namun, rencana ini terpaksa ditunda hingga 2026.

Penundaan tersebut terjadi karena mitra produksi Apple, TSMC, menghadapi kesulitan dalam meningkatkan hasil produksi atau yield chip 2nm.

Baca Juga: Apple Perbarui Aplikasi Lacak. Bisa Bagikan Lokasi Barang Hilang ke Pihak Ketiga!

Sebagai salah satu produsen semikonduktor terbesar, TSMC saat ini berjuang untuk mencapai tingkat yield yang memadai guna memenuhi permintaan pasar.

Tantangan Yield pada Proses Produksi

Proses pembuatan chip 2nm melibatkan teknologi yang sangat kompleks. Saat ini, TSMC melaporkan yield produksi chip 2nm hanya mencapai 60%.

Baca Juga: Kaleidoskop Teknologi 2024: CEO Apple Janjikan Investasi hingga iPhone 16 Dilarang di Indonesia!

Artinya, dari setiap wafer yang diproduksi, sebanyak 40% mengalami kegagalan atau tidak dapat digunakan.

Dengan biaya produksi yang mencapai $30.000 per wafer, tingkat kegagalan ini menimbulkan kerugian yang signifikan bagi TSMC.

Kesulitan dalam menghasilkan chip 2nm secara efisien membuat perusahaan membutuhkan lebih banyak waktu untuk meningkatkan proses produksi.

apple a19 bionic (gizchina)

Hal ini menjadi alasan utama mengapa Apple memutuskan untuk menunda penggunaan chip generasi terbaru ini dalam produk mereka.

Baca Juga: iPad Mini 7 2024 Hadir dengan Chipset Powerfull Apple A17 Pro dan Fitur yang Lengkap

Strategi Apple Selama Masa Penundaan

Selama masa penundaan ini, Apple diperkirakan akan tetap menggunakan teknologi chip 3nm untuk produk-produk mereka.

Keputusan ini memberikan waktu tambahan bagi TSMC untuk menyempurnakan proses manufaktur chip 2nm dan meningkatkan tingkat yield produksi.

Dengan cara ini, Apple tetap dapat menjaga stabilitas lini produknya sambil menunggu kesiapan teknologi baru.

Selain itu, Apple dapat memanfaatkan teknologi 3nm untuk memperbaiki efisiensi energi dan meningkatkan performa perangkat mereka.

Baca Juga: Apple Diajak Rapat Malah Gak Ada Kabar, iPhone 16 Makin Sulit Dijual di Indonesia?

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan tetap kompetitif di pasar yang terus berkembang.

Upaya TSMC untuk Mengatasi Masalah

TSMC menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan pasar akan chip 2nm. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap.

Saat ini, mereka memproduksi sekitar 10.000 wafer per bulan dan berencana untuk meningkatkan kapasitas tersebut menjadi 80.000 wafer per bulan pada 2026.

Selain itu, fasilitas produksi baru TSMC di Arizona juga akan mulai beroperasi untuk mendukung produksi chip 2nm.

Baca Juga: ChatGPT Kini Terintegrasi dengan Apple Notes di MacOS, Begini Caranya

Dengan penambahan fasilitas ini, TSMC menargetkan total kapasitas produksi mencapai 140.000 wafer per bulan dalam beberapa tahun mendatang.

tsmc (gizchina)

Persaingan dengan Samsung

Di tengah kendala yang dihadapi TSMC, Samsung sebagai pesaing utama juga sedang mengembangkan teknologi chip 2nm.

Meski demikian, Samsung masih tertinggal dalam hal yield dan performa chip dibandingkan dengan TSMC.

Baca Juga: Akhirnya Setara dengan Model Pro, Ini Bocoran Hot Apple iPhone 17

Situasi ini menunjukkan bahwa tantangan dalam produksi chip 2nm tidak hanya dialami oleh satu perusahaan, tetapi menjadi isu global di industri semikonduktor.

Biaya Produksi yang Tinggi

Salah satu kendala utama dalam produksi chip 2nm adalah biaya yang sangat tinggi.

Baca Juga: iPhone 17 Air, Tanda Era Baru Smartphone Ultra-Tipis Dimulai dari Apple?

Dengan estimasi biaya produksi mencapai sekitar $30.000 per wafer, teknologi ini membutuhkan investasi besar.

Faktor biaya ini menjadi pertimbangan utama Apple dalam memutuskan waktu yang tepat untuk menggunakan chip 2nm dalam produk mereka.

Implikasi Penundaan bagi Industri Semikonduktor

Penundaan chip 2nm oleh Apple mencerminkan tantangan besar yang dihadapi industri semikonduktor dalam mengadopsi teknologi baru.

Baca Juga: Apple Resmi Luncurkan iOS 18.2, Ini 6 Fitur Terbarunya

Proses transisi ke teknologi yang lebih canggih membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya yang signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan produksi dan efisiensi menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan teknologi baru di pasar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gsmarena.com, Biz.chosun.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU