Jumat, 30 AGUSTUS 2024 • 15:18 WIB

Cewek Kok Bisa Sering Salah kalau Baca Maps? Ternyata Ini 3 Penjelasan Ilmiahnya

Author

Ilustrasi wanita sedang memperhatikan peta atau maps.

INDOZONE.ID - Penggunaan aplikasi peta digital seperti Google Maps, Waze dan sejenisnya telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari para pengendara. Baik pria maupun wanita kini semakin sering mengandalkan teknologi ini untuk menuju ke tempat tujuan.

Namun, ada anggapan umum yang menyatakan bahwa cewek atau wanita cenderung lebih sulit membaca peta saat mengemudi dibandingkan pria. Apakah ini benar adanya?

1. Fakta di Balik Mitos

Ilustrasi wanita sedang membaca peta.

Pernyataan bahwa wanita lebih sulit membaca peta seringkali muncul sebagai candaan dalam percakapan sehari-hari. Namun, berbagai penelitian ilmiah telah berusaha mengungkap kebenaran di balik mitos ini.

Baca Juga: 5 Cara Bikin Barcode Google Maps untuk Alamat Rumah hingga Lokasi Pernikahan, Gampang Banget!

Menurut sebuah video yang diunggah oleh akun YouTube Kevindikmanto2, bagian dari otak kanan yang bertanggung jawab atas kecerdasan spasial adalah kunci utama dalam kemampuan membaca peta.

Kecerdasan spasial ini memungkinkan seseorang untuk membayangkan suatu rute yang ditampilkan dalam dua dimensi pada layar aplikasi maps ke dalam dunia nyata yang memiliki tiga dimensi. Hal ini memang bervariasi antar individu, namun tidak dapat digeneralisasi berdasarkan gender semata.

2. Studi Ilmiah Terkait Perbedaan Gender dalam Kecerdasan Spasial

Ilustrasi wanita sedang membaca aplikasi peta atau map di handphone.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kecerdasan spasial antara pria dan wanita, namun perbedaannya tidak signifikan yang sering dibayangkan. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Behavioral and Brain Sciences oleh Kimura (1999), misalnya, menunjukkan bahwa perbedaan ini lebih terkait dengan pengalaman dan latihan, bukan semata-mata karena faktor biologis.

Penelitian lain dari University of California, Riverside, yang diterbitkan dalam jurnal Nature (2013), menemukan bahwa perbedaan dalam kemampuan navigasi antara pria dan wanita lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kesempatan untuk berlatih, daripada faktor genetik.

Sementara itu, Dr Michael Tlauka, seorang ahli dalam perbedaan gender dan kemampuan spasial dari Flinders University, menjelaskan bahwa kemampuan spasial dipengaruhi oleh faktor alamiah dan lingkungan.

Baca Juga: Apple Maps Hadirkan Fitur Baru, Pengguna Bisa Cari Informasi Lahan Parkir dengan Mudah!

Ia menyebutkan bahwa sejak kecil, anak laki-laki lebih sering diberikan mainan mobil untuk dimainkan. Dengan mendorong dan bermain dengan mainan ini, mereka mulai terbiasa dengan konsep spasial sejak usia dini. Sebaliknya, anak perempuan yang cenderung bermain dengan boneka seperti Barbie, kurang mendapat kesempatan untuk mengembangkan konsep spasial yang sama.

3. Strategi Navigasi yang Berbeda

Ilustrasi Google Maps. (Freepik)

Alasan lain mengapa wanita lebih sulit menentukan arah adalah perbedaan strategi dalam navigasi. Menurut Carl Pintzka, seorang peneliti dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU), otak pria cenderung lebih fokus pada proses navigasi untuk mencapai tujuan.

Saat membaca peta, pria cenderung melihat tujuan dan menuju lokasi tersebut berdasarkan arah kompas. Sementara itu, wanita melihat dan mengingat rute untuk mencapai tujuan dengan cara yang berbeda.

Para ahli mengatakan bahwa cara pria menggunakan arah kompas sebagai panduan dianggap lebih efektif dalam navigasi.

 

Jadi, anggapan bahwa wanita lebih sulit membaca peta saat mengemudi mungkin memiliki dasar dalam perbedaan kemampuan spasial yang dimiliki setiap individu.

Namun, perbedaan ini lebih disebabkan oleh pengalaman dan latihan daripada faktor gender.

Dengan kemajuan teknologi dan semakin seringnya penggunaan aplikasi navigasi, kemampuan membaca peta tidak lagi menjadi tantangan besar bagi siapa pun, baik pria maupun wanita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Internasional

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU