Sabtu, 03 AGUSTUS 2024 • 17:07 WIB

Mengenal Emile Berliner: Sang Penemu Gramofon, Pemutar Musik Tertua di Dunia

Author

Ilustrasi

INDOZONE.ID - Emile Berliner adalah seorang pria berdarah Jerman-Amerika kelahiran 20 Mei 1851 di Hanover, Jerman. Ia berasal dari keluarga pengusaha.

Emile tumbuh menjadi seorang pengusaha sama seperti orang tuanya. Sementara itu, Emile bekerja sebagai seorang akuntan dan memiliki hobi sebagai seorang penemu.

Emile hijrah ke Washington DC, AS pada tahun 1870 untuk menghindari Perang Perancis-Prussia. Saat di AS, Emile sempat bekerja sebagai buruh sambil berkuliah di Cooper Union Institute.

Baca Juga: Anak Kuliahan Suka Banget Pakai X, Ini Toh Alasannya!

Emile mulai mengembangkan hobinya sebagai penemu dengan fokus utamanya saat itu di teknologi perekam suara. Sebagai penemuan pertamanya, Ia mengembangkan teknologi transmitter pada sebuah telepon. Temuan inilah yang menjadi purwarupa dari sebuah mikrofon.

Di tahun 1877, Emile pindah ke Boston setelah sebelumnya menetap di New York. Sekitar 4 tahun berikutnya, Emile resmi mengganti kewarganegaraannya menjadi warga negara AS. Emile sempat bekerja di perusahaan Bell Telephone Company, sebuah perusahaan telepon yang didirikan oleh sang penemu telepon itu sendiri, yaitu Alexander Graham Bell.

Emile berhenti bekerja di tahun 1883 untuk berfokus pada penemuannya. Ia kembali ke Washington DC untuk memulai pekerjaan barunya sebagai seorang peneliti sekaligus seorang penemu.

Baca Juga: Google Chrome Hadirkan Circle to Search: Fitur yang Mempermudah Pencarian Informasi Visual

Selang 3 tahun kemudian, Emile sukses membuat penemuan terbarunya berupa sebuah alat yang mampu merekam sekaligus memutar hasil rekaman suara tersebut. Alat tersebut dikenal sebagai Gramofon.

Gramofon tercipta dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh Emile terhadap salah satu alat yang ditemukan oleh Thomas Alva Edison, yaitu Fonograf. Bersamaan dengan ditemukannya Gramofon, piringan hitam pun ditemukan sebagai media perekam dan pemutar suara.

Emile resmi mematenkan Gramofon pada tahun 1887, kemudian di tahun berikutnya, Gramofon sudah mulai digunakan sebagaimana fungsinya. Usai ditemukannya Gramofon, Emile mulai membangun perusahaan yang memproduksi Gramofon itu sendiri. Perusahaan ini berlokasi di AS, Inggris, Kanada dan Jerman.

Model pertama dari Gramofon dan piringan hitam

 

 

Emile dan Gramofon buatannya

Di awal pembuatannya, untuk mengoperasikan sebuah Gramofon, kita perlu memutar engkol yang terpasang di bagian samping Gramofon. Lama kelamaan, fitur inilah yang jadi komplainan utama para konsumen karena dinilai merepotkan.

Seorang teknisi asal Camden, New Jersey bernama Eldridge Reeves Johnson membantu Emile dalam memecahkan masalah tersebut. Berkat bantuan Eldridge, Gramofon buatannya Emile kini bisa beroperasi menggunakan motor kecil yang disimpan di dalamnya.

Karena adanya ketidaksepakatan dengan seorang pengusaha bernama Frank Seaman, Emile mendapat larangan untuk memproduksi dan menjual Gramofon buatannya karena haknya sudah diambil oleh Frank. Akibatnya, Emile harus menutup pabriknya yang berada di AS dan memutuskan untuk pindah ke Kanada.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Aplikasi Pengatur Keuangan: Gen Z Harus Tau!

Lewat pengadilan yang digelar pada 27 Februari 1901, Emile harus mengalah dari Thomas Alva Edison atas hak paten dari mikrofon. Di tahun yang sama, Emile menjalin kerjasama dengan perusahaan Victor Talking Machine Company sebagai perusahaan pembuat motor pemutar Gramofon buatannya.

Selain Gramofon dan Mikrofon, Emile juga menjadi penemu dari mesin baling-baling Helikopter. Bahkan dalam sebuah berita di koran The New York Times yang dirilis pada 1 Juli 1909, Emile menjadi orang pertama di dunia yang membuat purwarupa dari Helikopter. Kendaraan tersebut dibuat oleh Emile bersama J. Newton Williams di Derby, Connecticut.

Dalam proses pengembangannya, Emile mengembangkan mesin dengan 3-5 silinder buatan Adams Company yang memiliki teknologi pendingin udara. Emile bersama Fay Oliver Farwell dan R.S. Moore memodifikasi mesin tersebut hingga memiliki tenaga 36 HP.

Baca Juga: Gadget Bisa Bikin Anak Candu, Mahasiswa KKN Tim II Undip pun Edukasi Orang Tua

Emile membangun perusahaan barunya yang bernama Gyro Motor Company di Washington DC pada tahun 1909. Emile kembali melakukan modifikasi pada mesin baling-baling buatannya setahun setelah membangun pabrik barunya. Dan pada tanggal 16 Juni 1922, Emile bersama anaknya yang bernama Henry Berliner mendemonstrasikan Helikopter buatannya di depan prajurit AS.

Setelah itu, Henry mulai membuka perusahaannya sendiri yang diberi nama Berliner Aircraft Company pada tahun 1926. Dan pada tahun 1929, perusahaan tersebut berganti nama menjadi Berliner-Joyce Aircraft.

Di tahun yang sama dengan penggantian nama perusahaan milik Henry, Emile menghembuskan napas terakhirnya akibat serangan jantung yang Ia alami pada 3 Agustus 1929. Emile wafat di usia 78 tahun dan jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Rock Creek, Washington DC.

Baca Juga: 15 Juta Pengguna Chrome Kehilangan Kata Sandi: Apa yang Terjadi?

Sepanjang kariernya, Emile berhasil mendapat 3 penghargaan, mulai dari Medali John Scott dari Institut Franklin di tahun 1897, Medali Elliott Cresson di tahun 1913 dan Medali Franklin di tahun 1929. Selain itu, Emile juga mendirikan sebuah program beasiswa di tahun 1908 bernama Sarah Berliner Research Fellowship. Nama beasiswa tersebut merupakan penghormatan dari Emile untuk sang Ibu.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU