INDOZONE.ID - Peringatan yang dilontarkan oleh Kepala Mahkamah Agung Brazil, Alexandre de Moraes, terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh calon politisi dalam menyerang lawan-lawan mereka telah menjadi sorotan utama.
Moraes, yang peran pentingnya dalam menjaga demokrasi Brasil terungkap saat melawan ancaman pemilihan mantan Presiden sayap kanan, Jair Bolsonaro, pada pemilu tahun 2022, kini menjadi pemimpin global dalam upaya perlindungan pemilihan (29/2/2024).
Baca Juga: Peneliti Mengungkap Kemungkinan Bahaya AI yang Dapat Menyebabkan Kepunahan Manusia
Dalam pernyataannya, Moraes menekankan bahwa calon yang melanggar aturan dan menggunakan kecerdasan buatan secara negatif untuk merugikan lawan-lawan mereka serta memanipulasi informasi untuk meraih kemenangan dapat menghadapi sanksi serius.
Ancaman tersebut termasuk pencabutan registrasi bagi calon yang masih dalam proses pencalonan, dan untuk mereka yang telah terpilih, kemungkinan pencabutan mandat mereka.
Pentingnya isu ini diperkuat oleh keputusan otoritas pemilihan Brasil yang telah membatasi penggunaan kecerdasan buatan dalam pemilihan kota yang akan datang.
Langkah ini diarahkan untuk menanggulangi peredaran disinformasi, penyebaran berita palsu, dan upaya manipulasi selama proses pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober 2024.
Baca Juga: Dampak Negatif Perkembangan AI pada Dunia Pendidikan
Selain itu, sidang juga membahas berbagai aturan dan regulasi tambahan yang akan diterapkan selama periode kampanye dan pada hari pemilihan.
Tujuannya adalah memastikan integritas pemilu dan melindungi proses demokrasi dari potensi ancaman dan gangguan yang dapat muncul dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan yang tidak etis.
Keseluruhan, peringatan dan langkah-langkah ini mencerminkan komitmen untuk menjaga integritas dan keadilan dalam arena politik Brazil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com