Langkah ini dipicu oleh keyakinan Altman bahwa industri kecerdasan buatan yang berkembang akan segera menghadapi kekurangan chip yang diperlukan.
Baca Juga: OpenAI Rilis GPT Store, Pasar Aplikasi yang Bisa Dipersonalisasi
Perkiraan produksi saat ini untuk semikonduktor terkait kecerdasan buatan tidak memenuhi permintaan yang diantisipasi. Kekhawatiran Altman adalah bahwa tanpa pasokan chip yang memadai, penyebaran luas kecerdasan buatan dapat terhambat.
OpenAI, yang dikenal sebagai pengembang ChatGPT, sedang mencari pendanaan baru dengan valuasi perkiraan sekitar $100 miliar. Langkah Altman ke dalam pembuatan chip berbeda dari strategi pemain besar lainnya dalam industri kecerdasan buatan, seperti Google, Amazon, dan Microsoft (investor terbesar OpenAI), yang biasanya merancang chip mereka sendiri dan mengontrakkan pembuatannya.
Pembangunan dan pemeliharaan pabrik fabrikasi chip (fabs) mencatat biaya yang tinggi dan intensif sumber daya. Mendirikan satu pabrik fabrikasi canggih saja dapat membutuhkan puluhan miliar dolar, dan menciptakan jaringan fasilitas semacam itu akan memakan waktu bertahun-tahun.
Pembicaraan Altman dengan G42 saja telah membahas pengumpulan dana antara $8 miliar hingga $10 miliar.
Venture ini krusial untuk pertumbuhan masa depan OpenAI, sebagaimana Altman mencatat peningkatan kebutuhan perusahaan akan chip. Pemain utama di pasar fabrikasi chip seperti Intel Corp., Taiwan Semiconductor Manufacturing Co., dan Samsung Electronics Co. menjadi mitra potensial dalam upaya ini.
Rencana-rancana untuk fasilitas fabrikasi ini muncul setelah kepergian singkat dan kembalinya Altman sebagai CEO OpenAI. Ia juga telah mendekati Microsoft mengenai rencana ini, dengan perusahaan perangkat lunak tersebut menunjukkan minat. Namun, rincian mengenai kemitraan dan pendanaan ini masih belum sepenuhnya ditentukan, karena pembicaraan masih berlangsung.
Baca Juga: Otoritas Antitrust Soroti Kerja Sama Microsoft dan OpenAI
Pada September tahun lalu, OpenAI juga memulai proyek kolaboratif dengan desainer mantan Apple, Jony Ive, yang mencari pendanaan hingga $1 miliar dari Softbank untuk proyek AI Device mereka.
Proyek tersebut, yang masih dalam tahap awal, bertujuan untuk merevolusi interaksi komputer dan potensialnya menantang dominasi smartphone di pasar elektronik konsumen.