Kamis, 31 AGUSTUS 2023 • 10:19 WIB

Kisah Hidup Dr. Gerald Bull: Ilmuwan yang Dibunuh karena Temuannya Bikin Gerah Negara-negara Barat

Author

Dr. Gerald Bull, penemu meriam panjang dan peluru kendali.

INDOZONE.ID - Dr. Gerald Bull adalah salah satu contoh penemu teknologi yang dibunuh akibat penemuannya. Ia adalah ilmuwan dan insinyur Kanada yang terkenal karena penelitiannya dalam bidang meriam panjang dan peluru kendali.

Profil Dr. Gerald Bull

Dr. Gerald Bull lahir pada 9 Maret 1928, di North Bay, Ontario, Kanada. Ia meninggal tragis pada 22 Maret 1990 di Brussels, Belgia.

Baca Juga: Ilmuwan NASA Sebut Ada Tanda-tanda Kehidupan di Planet Venus, Sindir Alien?

Riwayat Pendidikan dan Awal Karir

Gerald Vincent Bull menunjukkan minat yang kuat dalam bidang fisika dan teknik sejak usia dini. Akibat ketertarikannya itu, ia belajar fisika di Universitas Toronto dan kemudian melanjutkan studinya di Inggris.

Dr. Gerald Bull

Setelah lulus, ia mendapatkan gelar PhD dalam bidang aeronautika dari Universitas Birmingham.

Bakatnya yang menonjol dalam bidang teknik mekanik dan aerodinamika segera memikat perhatian para ilmuwan.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Inggris, Bull bekerja untuk British Admiralty Research Laboratory, di mana ia mempelajari tentang balistik dan aerodinamika.

Pada tahun 1960-an, Bull mendirikan Research Institute of Applied Physics (RIAP) di Kanada, fokus pada penelitian dalam bidang balistik.

Penemuan Dr. Gerald Bull

Salah satu kontribusi paling signifikan dari Dr. Bull adalah karyanya dalam pengembangan senjata panjang dan peluru kendali.

Meriam panjang temuan Dr. Gerald Bull

Lewat perusahaannya yakni RIAP, Bull mengembangkan meriam panjang super besar yang dapat mengirimkan muatan berat ke luar angkasa. Teknologi ini diberi nama "Super Gun" atau "Space Gun."

Kerjakan Proyek yang Didanai Saddam Husein

Dr. Gerald Bull bekerja sama dengan pemerintahan Irak pada tahun 1980-an dalam "Project Babylon". Proyek ini bertujuan untuk membangun meriam panjang raksasa yang dapat meluncurkan proyektil ke orbit rendah.

Sayangnya, proyek yang bertujuan untuk pengetahuan dan peradaban ini malah membuat gerah negara-negara Barat. Mereka curiga jika proyek ini akan digunakan untuk militer.

Dibunuh Akibat Temuannya

Karena temuannya yang dianggap kontroversi oleh negara-negara barat, Dr. Gerald Bull harus meregang nyawa pada 22 Maret 1990 di apartemennya di Brussels, Belgia.

Bull ditemukan mati dengan luka tembak. Sampai sekarang motif di balik pembunuhan Bull masih jadi misteri.

Namun tak sedikit yang percaya jika pembunuhan ini berkaitan dengan temuannya yang kontroversi dan ketegangan politik.

Baca Juga: Apakah GPS Bisa Berfungsi di Bulan? Ilmuwan NASA Punya Jawabannya!

Kisah hidup Dr. Gerald Bull jadi pengingat yang kuat bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi seringkali berkembang dalam konteks yang lebih luas dari kebijakan politik dan persaingan internasional.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU