Selasa, 07 JULI 2026 • 20:05 WIB

Pandji Pragiwaksono hingga Rian Fahardhi Bahas Pentingnya Berpikir Kritis di Era Digital

Author

Universitas Mercu Buana menggelar talkshow "GEN Z SPEAKS: Aware or Controlled?" di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, Sabtu (4/7/2026).

INDOZONE.ID - Di tengah derasnya arus informasi di media digital, generasi muda dituntut untuk semakin kritis dalam menyaring berbagai informasi yang diterima setiap hari.

Berangkat dari kondisi tersebut, Universitas Mercu Buana menggelar talkshow "GEN Z SPEAKS: Aware or Controlled?" di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan mengajak Generasi Z untuk lebih reflektif dalam menggunakan teknologi sekaligus memahami apakah mereka benar-benar memanfaatkan media sosial secara sadar atau justru dikendalikan oleh algoritma.

Baca juga: WhatsApp Rilis Fitur Titik Hijau Online di iPhone, Begini Cara Kerjanya!

Untuk membahas isu tersebut, acara menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, yakni komedian Pandji Pragiwaksono, rapper sekaligus penulis lagu JFlow, serta Founder Distrik Berisik dan Sekolah Tanah Air, Rian Fahardhi.

Diskusi juga diperkaya dengan sudut pandang akademis melalui Dya Loretta, S.E., M.M., M.I.Kom., PhD.C sebagai panelis pengamat.

Selain itu, acara turut dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Prof. Dr. Ahmad Mulyana, M.Si. serta Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Dr. Farid Hamid, M.Si.

Kehadiran akademisi dan praktisi diharapkan mampu menghadirkan diskusi yang mendalam namun tetap dekat dengan keseharian anak muda.

Baca juga: Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Opera dan Opera Mini untuk Browser Ponsel

Ketua Pelaksana acara, Afris Sara Frelilyan, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar seminar, tetapi menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun kesadaran dalam menghadapi era disrupsi informasi.

“Event ini bukan sekadar seminar biasa, melainkan sebuah gerakan kesadaran bagi anak muda agar tidak tersesat di era disrupsi informasi. Kami ingin memberikan wadah bagi Gen Z untuk menyuarakan keresahan mereka, sekaligus memicu mereka agar tidak menelan mentah-mentah apa yang ada di layar gawai. Kehadiran tokoh seperti Pandji, JFlow, dan Rian Fahardhi diharapkan bisa menjadi pemantik inspirasi bahwa bersikap kritis itu keren dan esensial," ujar Afris.

Dalam kesempatan tersebut, Rian Fahardhi turut membagikan pengalaman pribadinya mengenai bagaimana ia mulai berani menyampaikan gagasan di ruang digital melalui tulisan.

Baca juga: Gak Perlu Beli Laptop, Tablet Dual OS Ini Bisa Windows dan Android!

“Dulu saya sadar punya kelemahan bicara di depan banyak orang. Akhirnya, saya mencari medium lain yang bisa saya perjuangkan, yaitu menulis. Kemampuan berdiam diri dan menulis itu menjadi senjata favorit saya untuk menuangkan ide-ide pikiran, hingga terlatih ikut berbagai lomba kepenulisan,” ungkap Rian.

Menurut Rian, ukuran keberhasilan sebuah konten tidak semata-mata dilihat dari jumlah penonton atau tingkat viralitasnya, tetapi dari dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Konten yang menarik buat saya itu bukan sekadar viral atau ramai, tapi harus membekas dan meninggalkan dampak nyata. Contohnya lewat movement Sekolah Tanah Air yang kami bangun. Berawal dari konten digital yang memviralkan fasilitas bangku dan meja sekolah yang rusak, akhirnya tempat tersebut direvitalisasi dan diperbaiki. Kita harus bisa membuat konten yang mampu memperbaiki hidup seseorang,” tuturnya.

Baca juga: Komdigi Bongkar Sindikat Bot Spam Judi Online Terorganisir Transnasional

Acara "GEN Z SPEAKS: Aware or Controlled?" terbuka untuk masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemerhati perkembangan dunia digital.

Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan kelompok tari Moluccan Soul sebagai bagian dari rangkaian acara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU