INDOZONE.ID - Jika kamu sering browsing, buka aplikasi, atau streaming video, sebenarnya itu adalah hasil kerja dari komputer server.
Walaupun jarang terlihat, server memiliki peran besar dalam memastikan berbagai layanan digital bisa berjalan lancar.
Tanpa server, website yang kamu buka atau aplikasi yang kamu pakai kemungkinan besar tidak akan bisa diakses.
Dalam jaringan komputer sendiri, biasanya ada dua perangkat yang saling terhubung, yaitu server dan client.
Nah, agar semakin paham, yuk cari tahu tentang komputer server. Mulai dari pengertian, fungsi, spesifikasi, sampai cara kerjanya.
Baca juga: Apa Itu Microsite? Mengenal Strategi Marketing yang Bikin Campaign Digital Jadi Lebih Fokus
Pengertian Komputer Server dan Client
Komputer server adalah perangkat yang tugasnya mengatur dan mengelola aktivitas dalam sebuah jaringan komputer. Server ini biasanya terhubung dengan perangkat lain yang disebut client.
Client bisa berupa laptop, komputer kantor, atau bahkan smartphone yang meminta data dari server lewat internet.
Data yang diminta juga macam-macam, mulai dari teks, gambar, video, sampai berbagai file lainnya.
Server akan menerima permintaan dari client, memprosesnya, lalu mengirimkan data yang dibutuhkan.
Selain itu, server juga punya tugas untuk mengatur hak akses data dalam jaringan. Artinya, server bisa menentukan siapa saja yang boleh membuka atau menggunakan data tertentu.
Jika server tidak memberikan izin akses, maka komputer client juga tidak akan bisa mendapatkan data yang diminta.
Baca juga: Apa Itu JavaScript? Kenali Fungsi dan Cara Mudah Memanfaatkannya
Fungsi Komputer Server
Berikut beberapa fungsi utama dari komputer server.
1. Menyediakan Resource untuk Client
Salah satu fungsi utama server adalah menyediakan resource atau layanan yang dibutuhkan oleh client.
Resource ini bisa berupa berbagai hal, seperti software, data, atau layanan jaringan yang digunakan bersama oleh banyak pengguna.
Dengan adanya server, banyak komputer bisa menggunakan layanan yang sama tanpa harus memiliki semuanya sendiri.
2. Melayani Permintaan dari Pengguna
Setiap kali ada client yang meminta data atau layanan, server akan menerima permintaan tersebut, memprosesnya, lalu mengirimkan hasilnya kembali.
Makanya, server biasanya memiliki spesifikasi yang cukup kuat agar bisa menangani banyak permintaan dalam waktu bersamaan.
Baca juga: Apa Itu Web3? Teknologi Internet Baru yang Mengandalkan Blockchain
3. Mengatur Hak Akses dalam Jaringan
Fungsi lain dari server adalah mengatur hak akses pengguna dalam jaringan.
Artinya, setiap pengguna bisa memiliki tingkat akses yang berbeda-beda. Ada yang hanya bisa melihat data, ada juga yang bisa mengedit atau mengelola data.
Sistem seperti ini membuat pengelolaan data dalam jaringan jadi lebih rapi dan terorganisir.
4. Menyimpan dan Berbagi File
Server juga sering digunakan untuk menyimpan berbagai file yang dibagikan oleh client, file tersebut nantinya bisa diakses bersama oleh pengguna lain melalui sistem file sharing.
Biasanya server juga dilengkapi sistem backup data dan perlindungan keamanan, seperti anti-malware, untuk menjaga file tetap aman dari virus atau gangguan lainnya.
5. Mengelola dan Mengamankan Data
Selain menyimpan data, server juga bertugas mengelola dan menjaga keamanan informasi yang ada di dalam jaringan.
Data biasanya disimpan dengan sistem yang rapi dan dilindungi oleh berbagai fitur keamanan untuk mengurangi risiko gangguan seperti hacking atau aktivitas ilegal lainnya.
Spesifikasi Komputer Server
Karena kerjanya berat, spesifikasi server tentu berbeda dengan komputer yang biasa dipakai untuk aktivitas harian.
1. RAM
Untuk website standar, RAM 1-2 GB mungkin cukup, tapi untuk aplikasi besar dengan pengunjung jutaan, butuh kapasitas RAM yang jauh lebih besar supaya nggak crash.
Baca juga: WhatsApp Siapkan Fitur Berlangganan WhatsApp Plus, Apa Keunggulannya?
2. CPU (Prosesor)
Otak dari server ini biasanya didominasi oleh Intel atau AMD. Untuk menangani proses yang kompleks, prosesor dengan jumlah core yang banyak sangat direkomendasikan agar performa tetap stabil.
3. Storage
Server butuh media penyimpanan yang memadai. Biasanya memakai SSD untuk kecepatan akses data yang kilat, atau HDD jika butuh kapasitas penyimpanan yang sangat besar dengan harga lebih ekonomis.
Cara Kerja Komputer Server
Secara sederhana, cara kerja server sebenarnya cukup mudah dipahami. Server bekerja dengan cara menerima dan memproses permintaan dari client dalam sebuah jaringan.
Contoh paling mudah adalah ketika kamu membuka sebuah website. Saat kamu mengetik alamat website di browser, browser akan mengirimkan permintaan data ke server.
Server kemudian akan mencari informasi terkait website tersebut melalui DNS server untuk mengetahui alamat IP-nya.
Setelah alamat IP ditemukan, server akan mengirimkan data website tersebut ke browser. Dari situ, halaman website langsung muncul di layar kamu.
Baca juga: Jangan Salah! Simak Perbedaan Internet dan Intranet yang Wajib Dipahami
Walaupun prosesnya terlihat panjang, sebenarnya semuanya terjadi sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik saja.
Server bertugas mengelola data, melayani permintaan pengguna, hingga memastikan berbagai layanan digital bisa berjalan dengan lancar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jagoanhosting.com