Ilustrasi Web3 atau Web3.0. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Saat ini, muncul konsep baru yang sering dibahas di dunia teknologi, yaitu Web3 atau Web3.0. Banyak yang bilang teknologi ini akan jadi fase berikutnya dari perkembangan internet.
Walaupun masih dalam tahap berkembang, Web3 sudah mulai dilirik banyak orang. Mulai dari developer, pelaku startup, sampai perusahaan teknologi juga lagi eksplorasi teknologi ini.
Biar nggak bingung, yuk kita bahas dulu sebenarnya apa sih Web3 itu dan kenapa teknologi ini mulai ramai dibicarakan.
Baca juga: Akun Roblox Anak di Bawah 16 Tahun Bakal Dinonaktifkan di Indonesia, Ini Alasannya!
Sejak internet muncul di tahun 1990-an, cara kita pakai internet terus berubah. Dulu internet hanya dipakai untuk baca artikel atau cari informasi.
Lalu masuk ke era media sosial, di mana orang bisa saling terhubung, berbagi foto, video, sampai bikin komunitas online. Nah, Web3 dianggap sebagai tahap perkembangan internet berikutnya.
Istilah Web3 sendiri pertama kali dikenalkan pada tahun 2014 oleh Gavin Wood, salah satu pendiri platform blockchain Ethereum.
Konsep utama Web3 adalah membuat internet jadi lebih terdesentralisasi, artinya nggak sepenuhnya dikontrol oleh perusahaan teknologi besar.
Jika sekarang kita hidup di era Web 2.0, sebagian besar platform internet dikuasai perusahaan besar. Data pengguna biasanya juga disimpan dan dikelola oleh mereka.
Di Web3, konsepnya dibuat berbeda. Pengguna diharapkan punya kendali lebih besar atas data mereka sendiri, bukan hanya jadi pengguna yang datanya dipakai oleh platform.
Jadi singkatnya, Web3 ingin menciptakan internet yang lebih terbuka, lebih transparan, dan lebih berpihak ke pengguna.
Baca juga: Baterai Samsung Galaxy Z TriFold Bisa Naik 71%! Eksperimen Modifikasi Ini Tembus 9.600 mAh
Salah satu teknologi utama yang membuat Web3 bisa berjalan adalah blockchain. Blockchain adalah sistem penyimpanan data digital yang bersifat terdesentralisasi.
Artinya data nggak hanya disimpan di satu server, tapi tersebar di banyak komputer dalam jaringan. Karena datanya tersebar, sistem ini dianggap lebih aman dan lebih transparan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Coursera