Selasa, 10 MARET 2026 • 14:40 WIB

Apa Itu Web3? Teknologi Internet Baru yang Mengandalkan Blockchain

Author

Ilustrasi Web3 atau Web3.0. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Saat ini, muncul konsep baru yang sering dibahas di dunia teknologi, yaitu Web3 atau Web3.0. Banyak yang bilang teknologi ini akan jadi fase berikutnya dari perkembangan internet.

Walaupun masih dalam tahap berkembang, Web3 sudah mulai dilirik banyak orang. Mulai dari developer, pelaku startup, sampai perusahaan teknologi juga lagi eksplorasi teknologi ini.

Biar nggak bingung, yuk kita bahas dulu sebenarnya apa sih Web3 itu dan kenapa teknologi ini mulai ramai dibicarakan.

Baca juga: Akun Roblox Anak di Bawah 16 Tahun Bakal Dinonaktifkan di Indonesia, Ini Alasannya!

Apa Itu Web3?

Sejak internet muncul di tahun 1990-an, cara kita pakai internet terus berubah. Dulu internet hanya dipakai untuk baca artikel atau cari informasi.

Lalu masuk ke era media sosial, di mana orang bisa saling terhubung, berbagi foto, video, sampai bikin komunitas online. Nah, Web3 dianggap sebagai tahap perkembangan internet berikutnya.

Istilah Web3 sendiri pertama kali dikenalkan pada tahun 2014 oleh Gavin Wood, salah satu pendiri platform blockchain Ethereum.

Konsep utama Web3 adalah membuat internet jadi lebih terdesentralisasi, artinya nggak sepenuhnya dikontrol oleh perusahaan teknologi besar.

Jika sekarang kita hidup di era Web 2.0, sebagian besar platform internet dikuasai perusahaan besar. Data pengguna biasanya juga disimpan dan dikelola oleh mereka.

Di Web3, konsepnya dibuat berbeda. Pengguna diharapkan punya kendali lebih besar atas data mereka sendiri, bukan hanya jadi pengguna yang datanya dipakai oleh platform.

Jadi singkatnya, Web3 ingin menciptakan internet yang lebih terbuka, lebih transparan, dan lebih berpihak ke pengguna.

Baca juga: Baterai Samsung Galaxy Z TriFold Bisa Naik 71%! Eksperimen Modifikasi Ini Tembus 9.600 mAh

Teknologi di Balik Web3

Salah satu teknologi utama yang membuat Web3 bisa berjalan adalah blockchain. Blockchain adalah sistem penyimpanan data digital yang bersifat terdesentralisasi.

Artinya data nggak hanya disimpan di satu server, tapi tersebar di banyak komputer dalam jaringan. Karena datanya tersebar, sistem ini dianggap lebih aman dan lebih transparan.

Selain blockchain, Web3 juga biasanya memanfaatkan beberapa teknologi lain seperti:

  • Artificial Intelligence (AI)
  • Machine Learning
  • Smart Contract (kontrak pintar)

Teknologi-teknologi ini membantu membuat sistem internet jadi lebih otomatis dan efisien.

Keunggulan Web3 Dibanding Internet Sekarang

Salah satu hal yang membuat Web3 menarik adalah konsepnya yang mengembalikan kontrol internet ke pengguna.

Beberapa keunggulan Web3 yang sering dibahas antara lain:

  • Interaksi Lebih Bebas
  • Pengguna Bisa Punya “Kepemilikan”
  • Akses Lebih Terbuka
  • Privasi Lebih Terjaga
  • Teknologi Lebih Cerdas

Kekurangan Web3 yang Perlu Diketahui

Walaupun kedengarannya menjanjikan, Web3 juga masih punya beberapa tantangan.

  • Biaya Teknologi Masih Mahal
  • Perangkat Harus Lebih Canggih
  • Regulasi Masih Jadi Tantangan
  • Masalah Skalabilitas

Baca juga: WhatsApp Siapkan Fitur Berlangganan WhatsApp Plus, Apa Keunggulannya?

Web3 adalah konsep generasi baru internet yang berbasis blockchain dan sistem terdesentralisasi. Tujuannya adalah membuat internet lebih terbuka, memberi kontrol lebih besar kepada pengguna, dan meningkatkan privasi data.

Walaupun masih dalam tahap pengembangan dan punya beberapa tantangan, banyak orang percaya Web3 punya potensi besar untuk mengubah cara kita menggunakan internet di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Coursera

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU