INDOZONE.ID - Dunia gaming dikejutkan dengan kabar mundurnya salah satu tokoh paling berpengaruh di industri ini.
Microsoft pada Jumat (20/2/2026) mengumumkan bahwa Phil Spencer, kepala divisi Microsoft Gaming, resmi pensiun setelah mengabdi selama 38 tahun di perusahaan piranti lunak tersebut.
Posisinya akan digantikan oleh orang dalam, Asha Sharma, yang sebelumnya memimpin pengembangan produk untuk model dan layanan AI di Microsoft.
Kepergian Spencer menandai berakhirnya sebuah era.
Baca juga: Apa Itu Malware di Perangkat? Simak Jenis-jenis dan Cara Mengatasinya
Ia dikenal luas sebagai sosok yang membawa angin segar ke Xbox, mendorong inisiatif seperti Game Pass dan akuisisi besar-besaran studio game, termasuk pembelian raksasa Activision Blizzard senilai $69 miliar pada 2023.
Namun, di balik kesuksesan itu, divisi gaming Microsoft kini menghadapi tantangan berat.
Tekanan Tarif dan Kinerja Menurun
Pergantian kepemimpinan ini terjadi di saat Microsoft Gaming sedang berjuang.
Perusahaan tengah menghadapi tekanan biaya akibat tarif baru, persaingan ketat dengan PlayStation milik Sony, dan ketidakpastian belanja konsumen.
Baca juga: Pengertian Phishing: Termasuk Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya
Akibatnya, Microsoft terpaksa menaikkan harga perangkat keras Xbox.
Dampaknya sudah terlihat pada kinerja keuangan.
Bulan lalu, Microsoft melaporkan bahwa pendapatan gaming mereka turun sekitar 9,5% pada kuartal Desember.
Bahkan, perusahaan mencatat biaya penurunan nilai (impairment charges) yang tidak diungkapkan jumlahnya di divisi tersebut.
Misi Baru Asha Sharma: Kembali ke Akar Xbox
Sharma, yang membawa pengalaman dari Meta dan Instacart, langsung memberi sinyal perubahan arah.
Baca juga: Microsoft Siap Investasi Rp800 Triliun untuk Percepatan AI di Negara Berkembang
Ia berjanji akan memperbarui fokus pada konsol Xbox dengan tujuan "berkomitmen kembali kepada para penggemar inti dan pemain Xbox kami."
Ini bisa diartikan sebagai upaya untuk memperkuat basis penggemar setia di tengah gempuran layanan berlangganan dan game cloud.
Dalam perombakan besar-besaran ini:
Matt Booty dipromosikan menjadi Kepala Petugas Konten (Chief Content Officer) di divisi gaming, menggantikan peran sebelumnya sebagai presiden konten dan studio game.
Kemudian, Sarah Bond, Presiden dan COO Xbox, memutuskan untuk meninggalkan perusahaan guna "memulai babak baru."
Baca juga: Tips Aman Internet dan Media Sosial untuk Anak
Mengapa Sekarang? Era AI dalam Game
Analis D.A. Davidson, Gil Luria, menilai waktu transisi ini tepat.
"Kepemimpinan Microsoft ini tepat waktu karena terjadi saat teknologi yang mendasari game sedang bergeser. Seiring AI menjadi elemen yang lebih besar dalam pengembangan game, Microsoft membutuhkan generasi pemimpin baru untuk mengelola transisi ini," ujarnya.
Dengan latar belakang Sharma di bidang AI, langkah ini menunjukkan betapa seriusnya Microsoft mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam jantung bisnis gaming mereka.
Sementara itu, Spencer akan tetap berada dalam peran penasihat selama musim panas untuk memastikan transisi berjalan mulus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters