INDOZONE.ID - Transformasi digital untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bukan lagi sekadar wacana, tapi sudah jadi kewajiban kalau mau produk tetap laku di pasaran.
Menjawab kebutuhan itu, iFortepay baru saja meluncurkan layanan acquiring QRIS yang membuat proses pendaftaran jadi jauh lebih mudah dan inklusif bagi siapa saja.
Kabar baiknya, lewat iFortepay, pelaku usaha sekarang bisa mendapatkan kode QRIS tanpa harus repot-repot buka rekening bank baru.
CEO iFortepay, Valerino Wijaya, menyebutkan kalau langkah ini diambil untuk mempercepat adopsi ekonomi digital di kalangan pengusaha lokal yang selama ini sering terhambat proses pendaftaran yang rumit.
Baca juga: Berbagi File Antar Android dan Apple Makin Mudah, Google Umumkan Perkembangan Fitur Berbagi
“Inisiatif ini membuka akses pembayaran digital yang lebih inklusif, memudahkan transaksi, dan mempercepat adopsi ekonomi digital di kalangan UMKM," ujar CEO iFortepay Valerino Wijaya, dikutip dari Antara.
Dulu, hambatan administratif sering jadi tembok besar untuk pedagang kecil. Sekarang, iFortepay memangkas semua kerumitan itu.
Pelaku usaha hanya perlu menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), foto bareng KTP, dan info dasar soal usahanya.
Dengan proses sesimpel ini, UMKM diharapkan bisa langsung masuk ke ekosistem pembayaran digital tanpa perlu menunggu lama.
Lewat platform iFortepay, para merchant juga bisa pilih mau pakai QRIS statis atau dinamis. Urusan biaya juga diklaim sangat kompetitif, jadi nggak akan membebani keuntungan jualan.
Baca juga: Setelah Indonesia, Negara di Eropa Kini Kompak Berlakukan Pembatasan Medsos bagi Anak
Selain itu, para pedagang juga bisa memantau semua transaksi secara real-time lewat ponsel, termasuk download laporan keuangan agar arus kas lebih rapi.
“UMKM membutuhkan solusi pembayaran yang tidak rumit, transparan, dan terjangkau. iFortepay hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut, agar pelaku usaha lokal bisa fokus mengembangkan bisnisnya tanpa terbebani proses teknis yang kompleks,” tambah Valerino.
Saat ini, iFortepay sudah memproses sekitar 1,2 juta transaksi per bulan yang didominasi oleh segmen UMKM. Targetnya pun nggak main-main, mereka membidik pertumbuhan transaksi hingga lima kali lipat di tahun 2026 ini seiring makin banyaknya pedagang yang beralih ke digital.
“Bersama regulator, pelaku industri lain, dan komunitas UMKM, kami optimistis ekosistem digital Indonesia akan semakin inklusif dan memberdayakan pelaku usaha di seluruh level,” harap Valerino.
Dengan makin mudahnya akses QRIS, sekarang nggak ada alasan lagi untuk UMKM menunda digitalisasi.
Jadi, buat kalian yang punya usaha, yuk manfaatin teknologi ini agar jualan makin lancar dan memudahkan pelanggan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: