INDOZONE.ID - Tiga senator Amerika Serikat meminta Apple dan Google buat hapus aplikasi X dan Grok, menyusul viralnya berbagai laporan atas penyalahgunaan teknologi AI tersebut untuk membuat gambar tak senonoh.
Dikutip dari Macrumors, Senator Ron Wyden, Ben Ray Lujan, dan Edward Markey, mengirimkan surat kepada CEO Apple Tim Cook dna CEO Google Sundar Pichai.
Mereka mengungkapkan kekhawatiran atas produksi konten massal gambar seksual tanpa persetujuan orang tersebut. Sepekan belakangan, X menuai sorotan dengan fitur pembuatan gambar Grok untuk menghasilkan gambar tak senonoh perempuan dan anak-anak.
Baca juga: Android 17 Makin Aman! Google Hadirkan Fitur App Lock Versi Terbaru, Ini Fungsinya
Menanggapi hal ini, X membatasi kemampuan dalam pembuatan gambar dari Grok bagi pengguna gratis. Namun, fitur tersebut masih tersedia bagi pelanggan berbayar di aplikasi X dan Grok X.
Para senator menyebut, konten itu merugikan dan sangat berpotensi melanggar hukum, dan pastinya bertentangan dengan kebijakan Apple dan Google. Mereka menegaskan, seharusnya dua perusahaan tersebut menghapus aplikasi X dan Grok tersebut.
Selain itu, dalam surat itu disebutkan bahwa layanan Apple melarang aplikasi yang membuat konten ofensif, tidak pantas, dan menjurus pada eksploitasi seksual. Kebijakan tersebut tegas melarang secara eksplisit untuk memuat unsur seksual.
Baca juga: Indonesia Jadi Negara Pertama yang Blokir Grok, Ini Alasan Komdigi
Jika ini dibiarkan, senator menegaskan, akan merusak kredibilitas moderasi Apple dan Google.
"Bahkan, tidak mengambil tindakan akan melemahkan klaim Anda di ruang publik dan di pengadilan bahwa toko aplikasi Anda menawarkan pengalaman pengguna yang lebih aman dibandingkan membiarkan pengguna mengunduh aplikasi langsung ke ponsel mereka," tertulis dalam surat.
Terakhir, ketiga senator itu meminta Apple dan Google untuk segera memberikan tanggapan, maksimal 23 Januari 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Macrumors, ANTARA