INDOZONE.ID - Pemerintah Taiwan resmi memperbarui kebijakan ekspor teknologi tinggi dengan memasukkan berbagai peralatan semi konduktor canggih ke dalam daftar kontrol ekspornya.
Langkah ini menandai kebijakan ekspor chip Taiwan terbaru yang semakin ketat, mengingat peran negara tersebut sebagai pusat produksi chip mutakhir dunia.
Sebagai pemain utama dalam industri semikonduktor global, Taiwan memproduksi hampir seluruh chip tercanggih yang menjadi fondasi perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Baca juga: Perusahaan Teknologi Taiwan Dukung Transformasi Digital Indonesia
Karena itulah, Taiwan kontrol ekspor peralatan chip canggih dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga keamanan teknologi dan mencegah penyalahgunaan.
Dalam pembaruan terbaru, pemerintah menambahkan 18 item baru ke daftar kontrol.
Daftar ini mencakup:
- Printer 3D berteknologi tinggi
- Peralatan semikonduktor canggih dalam daftar kontrol ekspor Taiwan
- Teknologi komputer kuantum
Seorang pejabat Administrasi Perdagangan Internasional menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan mengikuti standar internasional.
Baca juga: Taiwan Resmi Larang Penggunaan DeepSeek di Instansi Pemerintah
“Kami memperbarui daftar ini bersama sekutu internasional. Tidak ada negara tertentu yang menjadi sasaran,” ujarnya kepada media setempat.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah bentuk larangan, melainkan mekanisme untuk mengawasi aliran teknologi strategis agar tidak digunakan dalam aktivitas proliferasi militer.
Perusahaan Taiwan yang ingin mengekspor peralatan yang kini termasuk dalam daftar kontrol wajib mengajukan izin resmi. Aturan baru ini akan mulai berlaku setelah masa pemberitahuan 60 hari.
Kebijakan ini diperkirakan berdampak pada dinamika industri teknologi global. Dampak Taiwan kontrol ekspor chip dapat terasa pada negara atau perusahaan yang selama ini mengandalkan Taiwan sebagai pemasok utama chip canggih.
Selain itu, kebijakan ekspor chip Taiwan terbaru juga memperkuat posisi Taiwan sebagai regulator ketat dalam rantai pasokan semikonduktor, terutama di tengah meningkatnya persaingan teknologi antara AS dan China.
Pada Juni lalu, Taiwan juga memasukkan Huawei dan SMIC ke daftar hitam ekspor, semakin membatasi akses Beijing terhadap teknologi semikonduktor mutakhir.
Langkah ini menegaskan upaya Taiwan menjaga stabilitas dan keamanan teknologi yang dianggap sangat sensitif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Taipei Times