INDOZONE.ID - Dalam era digital yang semakin maju, ancaman video deepfake terus meningkat dan menjadi kekhawatiran besar bagi para kreator maupun penonton.
Menanggapi hal tersebut, YouTube resmi meluncurkan fitur AI baru bernama Likeness Detection, sebuah langkah inovatif untuk melindungi identitas kreator dari penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan.
Fitur AI yang Mendeteksi Wajah dan Suara Palsu
Setelah menjalani uji coba pada awal tahun 2025, YouTube akhirnya merilis fitur Likeness Detection untuk kreator yang tergabung dalam YouTube Partner Program.
Teknologi berbasis AI ini dirancang untuk mendeteksi dan mengidentifikasi video yang menggunakan wajah atau suara kreator tanpa izin.
Agar bisa mengaktifkan fitur ini, kreator perlu memverifikasi identitas mereka menggunakan foto identitas resmi (seperti KTP atau paspor) dan video selfie singkat.
Setelah itu, sistem AI akan mulai menganalisis video yang berpotensi mengandung konten deepfake yang menyerupai kreator tersebut.
Langkah Nyata Melawan Penyalahgunaan AI
Fitur ini hadir sebagai upaya untuk mengatasi penyebaran konten palsu, seperti video dengan dukungan palsu, iklan menyesatkan, atau manipulasi digital yang menggunakan wajah atau suara seseorang.
Melalui Likeness Detection, kreator dapat menemukan dan mengajukan permintaan penghapusan video palsu berdasarkan pedoman privasi YouTube, atau bahkan mengarsipkan bukti video yang melanggar.
Selain itu, fitur ini juga mendukung inisiatif hukum global seperti NO FAKES Act 2024, yang bertujuan mengatur penggunaan konten berbasis AI agar tidak disalahgunakan untuk meniru identitas seseorang.
Meningkatkan Keamanan dan Kepercayaan di Dunia Digital
Dengan hadirnya Likeness Detection, YouTube berharap bisa menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi para kreator dan penonton.
Penonton kini dapat menonton konten dengan lebih tenang tanpa khawatir tertipu oleh video deepfake atau manipulasi digital lainnya.
Bagi kreator, fitur ini dapat diakses melalui dasbor YouTube Studio di bagian Content Detection - Likeness.
Setelah izin diberikan, sistem akan mulai memproses data, dan kreator bisa menonaktifkannya kapan pun jika tidak ingin video mereka dianalisis lebih lanjut.
Baca juga: MrBeast Terima Custom Play Button Usai Tembus 400 Juta Subscribers dari YouTube
Menuju Masa Depan Konten yang Lebih Aman
Saat ini, Likeness Detection baru tersedia untuk sebagian kreator, namun YouTube berencana meluncurkannya secara global dengan peningkatan akurasi deteksi dan sistem peninjauan yang lebih cepat.
Langkah ini bisa menjadi standar baru bagi platform lain untuk mengikuti jejak YouTube dalam melindungi privasi dan keaslian konten di era AI yang kian maju.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com