INDOZONE.ID - Penggunaan domain .id (dot id) di Indonesia terus meningkat dan kini mencapai 1,3 juta pengguna.
Kementerian Komunikasi Digital menyebut tren ini bukan hanya soal identitas digital, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi kreator muda untuk membangun website dan sumber pendapatan tambahan.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi Digital, Denny Setiawan, menilai perkembangan domain .id bisa mendatangkan manfaat ekonomi.
"Ini kan bisa mendatangkan mungkin ekonomi, ada pendapatan, saya juga tidak tahu detail ya. Tapi yang penting ada ekosistem dan membuka lapangan kerja," ujar Denny dikutip Antara, Senin (15/9).
Menurutnya, anak muda kreatif bisa memanfaatkan domain .id dengan membuat website menarik, yang pada akhirnya bisa jadi sumber cuan baru.
Baca juga: Berapa Sih Pengeluaran Rata-Rata Masyarakat Indonesia untuk Kuota Internet?
Identitas Nasional di Dunia Digital
Tak hanya soal bisnis, Denny menekankan domain .id juga memperkuat identitas Indonesia di dunia internasional. Dengan semakin banyaknya website berbasis .id, perhatian global disebut akan lebih tertuju ke Indonesia.
"Kalau .id kita lebih percaya daripada dot yang lain. Ini kan dibantu dengan teman-teman PANDI yang berkolaborasi dengan teman-teman di ekosistem," tambahnya.
Saat ini, pangsa domain .id mencapai 57 persen, naik sembilan persen dari tahun lalu. Sebaliknya, penggunaan domain .com justru menurun ke angka 35 persen.
Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), John Sihar Simanjuntak, menyebut total domain .id hingga September 2025 sudah tembus 1.331.180 pengguna. Dari jumlah itu, 16 persen digunakan di luar negeri, sementara 84 persen dipakai di dalam negeri.
PANDI menargetkan bisa menyentuh angka 1,35 juta pengguna domain .id baik nasional maupun internasional dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara