Minggu, 07 SEPTEMBER 2025 • 13:07 WIB

Ekspansi Besar-besaran: Token STO Siap Perluas Akses Investasi ASEAN hingga ke MENA

Author

Ilustrasi mata uang kripto. (REUTERS/Dado Ruvic)

INDOZONE.ID - Dunia aset digital di Indonesia bakal makin ramai. Token EDENA, salah satu perusahaan fintech dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN resmi terdaftar di Indodax.

Dengan pencatatan ini, lebih dari 2,7 juta investor di Indonesia akan bisa ikut terlibat langsung dalam ekosistem Security Token Offering (STO) EDENA. Bagi yang belum familiar, STO adalah teknologi yang memanfaatkan blockchain untuk “mengubah” aset nyata (seperti properti atau kredit karbon) menjadi token digital yang bisa diperdagangkan, bahkan dengan modal kecil.

Langkah Strategis ke Pasar Indonesia

Pencatatan ini juga menandai langkah awal perusahaan dalam mempersiapkan peluncuran platform STO khusus di Indonesia yang dijadwalkan hadir di kuartal empat (Q4) 2025. Mengingat Indodax juga menjadi salah satu platform bursa kripto paling berpengaruh di Tanah Air, dengan volume transaksi harian di atas USD 50 juta dan lebih dari 150 aset kripto yang sudah terdaftar. 

Baca juga: Bitcoin Tembus Kapitalisasi Tertinggi Kalahin Amazon, Kok Bisa?

CEO EDENA Wook Lee juga membongkar misinya untuk masuk pasar ASEAN. Salah satunya membuka akses ke aset premium seperti kredit karbon melalui STO.

"Kami telah menetapkan diri sebagai unicorn global dan merupakan salah satu perusahaan fintech dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN. Misi ini akan mudah diakses oleh investor ritel," katanya dalam sebuah wawancara.

Baca juga: Mengapa Bitcoin Dianggap Tahan Inflasi? Ini Penjelasannya

Pencapaian Terbesar Sepanjang 3 Tahun Terakhir

Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan ini berkembang dari operasi di 6 negara menjadi memiliki hak bisnis di 70 negara, dengan pipeline proyek senilai USD 250 juta dan potensi pasar yang mencakup lebih dari 2 miliar orang.

Tak hanya di Asia Tenggara, token satu ini juga agresif melakukan ekspansi global. Salah satunya adalah kemitraan strategis dengan mantan Perdana Menteri Mesir, Ibrahim Mahlab, yang diselesaikan hanya dalam waktu 59 jam. Lewat kolaborasi ini, bisa mengamankan hak bisnis eksklusif di 70 negara kawasan MENA (Timur Tengah dan Afrika), termasuk proyek tokenisasi properti di Kairo senilai USD 250 juta.

Perusahaan juga sedang berdiskusi dengan beberapa bursa global untuk memperluas pencatatan token, dengan target masuk ke lebih dari 10 bursa internasional pada 2026. Selain Indonesia, ekspansi berikutnya ditargetkan ke Malaysia, India, dan Hong Kong, di mana EDENA akan mendirikan platform STO sesuai regulasi lokal di masing-masing negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU