INDOZONE.ID - SpaceX membatalkan peluncuran uji coba roket Starship di Texas pada Minggu (24/8/2025), hanya setengah jam sebelum jadwal lepas landas, setelah ditemukan masalah pada sistem pendukung darat.
Penundaan ini menjadi kemunduran terbaru bagi roket raksasa buatan Elon Musk yang digadang-gadang sebagai kendaraan masa depan untuk misi NASA ke Bulan serta pembangunan kota bagi manusia di Planet Merah (Mars) dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
Di landasan fasilitas roket SpaceX, Starbase, telah disusun roket Super Heavy setinggi 232 kaki (70,7 meter) dengan bagian atas roket Starship setinggi 171 kaki (52 meter), yang siap diluncurkan pada pukul 19.35 waktu setempat (ET) atau 23.35 GMT. Namun, sekitar 30 menit sebelum jadwal peluncuran, SpaceX mengumumkan pembatalan.
SpaceX, dalam unggahan di platform X, menyatakan bahwa penundaan peluncuran bertujuan untuk “memberi waktu dalam pemecahan masalah pada sistem pendukung darat (ground systems).” SpaceX kini menargetkan percobaan peluncuran berikutnya pada Senin (25/8/2025).
Baca juga: Starship Milik SpaceX Sukses Uji Terbang, Pendorong Berhasil Ditangkap Kembali dengan Lengan Mekanis
Peluncuran yang awalnya dijadwalkan pada Minggu sore itu merupakan uji coba peluncuran Starship ke-10, setelah beberapa kegagalan pada percobaan sebelumnya. Dua uji coba awal berakhir gagal. Percobaan pada Juni lalu bahkan berakhir dengan ledakan besar di test stand, yang menyebabkan puing roket melayang hingga wilayah Meksiko. Pada penerbangan kesembilan, Starship juga mengalami ledakan besar di tengah orbit.
Starship dikembangkan sebagai roket yang dapat digunakan kembali di masa depan. Versi terbarunya dilengkapi kemampuan lebih maju, seperti dorongan lebih besar, pelindung panas yang lebih tangguh, dan sirip pengendali (flaps) yang lebih kuat untuk melindungi roket ketika melewati atmosfer. Namun, hingga kini SpaceX belum berhasil melakukan pendaratan bagian atas Starship kembali dengan aman, mengutip Reuters.
Baca juga: Roket Starship SpaceX Meledak Lagi di Luar Angkasa, Puingnya Jatuh ke Bumi Bak Meteor
Jika peluncuran berhasil, bagian atas Starship akan terpisah dari booster Super Heavy pada ketinggian puluhan mil. Super Heavy, yang pada uji sebelumnya berhasil mendarat kembali di landasan peluncurannya dengan bantuan alat yang dijuluki “lengan mekanis raksasa”, kali ini ditargetkan mendarat dengan kecepatan rendah di perairan Teluk Meksiko untuk menguji konfigurasi mesin cadangan.
Terlepas dari kegagalan dan banyaknya pembenahan, SpaceX tetap berambisi menjadikan Starship sebagai kendaraan masa depan NASA ke Bulan serta membangun peradaban manusia di Mars. Produksi Starship baru terus dilakukan dengan cepat di fasilitas produksinya di Starbase. NASA sendiri berharap Starship dapat digunakan untuk misi pendaratan manusia pertama di Bulan sejak era Apollo pada 2027.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian, Reuters, Aljazeera