Jumat, 22 AGUSTUS 2025 • 17:10 WIB

AI dalam Dunia Pendidikan: Guru atau Ancaman?

Author

Ilustrasi guru (freepik)

INDOZONE.ID - Kehadiran AI yang lagi booming bikin dunia pendidikan terbelah. Sebagian siswa dan dosen memanfaatkannya diam-diam untuk tugas, sementara yang lain mulai khawatir. 

Jadi, AI ini lebih tepat disebut sebagai guru cerdas atau ancaman nyata bagi kualitas pendidikan?

Baca juga: Penelitian Sebut Bermain Zelda Bisa Membuat Hidup Lebih Bahagia

AI, Teman Baru Guru dan Dosen

Buat para pendidik, AI bisa dibilang jadi asisten pribadi yang super gesit. Bayangin aja, bikin Rencana Pembelajaran Semester (RPS), nyusun materi kuliah, sampai bikin presentasi, semua bisa kelar lebih cepat dengan bantuan AI. 

Alhasil, guru dan dosen punya lebih banyak waktu untuk fokus ke metode mengajar yang kreatif dan interaktif.

Tapi di sisi lain, ada juga kekhawatiran besar. Contohnya, ketika AI dipakai buat bikin jurnal atau buku ilmiah. 

Padahal karya ilmiah itu seharusnya lahir dari pemikiran orisinil penulis. Kalau semuanya diserahkan ke AI, jangan kaget kalau integritas akademik ikut hancur pelan-pelan. 

Yang paling terburuknya Kepercayaan terhadap hasil penelitian bisa hilang.

Baca juga: Intip Produk Router WiFi 7 Lengkap, dari Segmen Mainstream sampai Gaming

Siswa: Belajar atau Sekadar Jalan Pintas?

Buat siswa, AI jelas terasa menyenangkan. Susah paham materi? Tinggal tanya AI, langsung dapat penjelasan simpel. 

Mau latihan soal? Banyak aplikasi AI yang siap kasih soal plus jawaban. Jadinya, belajar bisa lebih fleksibel, nggak perlu canggung lagi kalau mau nanya.

Masalahnya, nggak sedikit siswa yang salah arah. Tugas-tugas sekolah atau kuliah sering diserahkan penuh ke AI. 

Mulai dari essay sampai laporan, semua bisa kelar tanpa benar-benar belajar. Kalau kebiasaan ini terus terjadi, kemampuan berpikir kritis dan analitis bisa tumpul. 

Generasi mendatang mungkin pintar mengoperasikan AI, tapi minim daya analisis.

Baca juga: ASUS Indonesia Luncurkan Paket Lengkap Router WiFi 7, Dirancang dari Berbagai Segmen

Jadi, Bagaimana Harus Menyikapi AI?

Faktanya, AI nggak bisa kita lawan. Intinya, AI itu cuma alat bantu, bukan sesuatu yang bisa gantiin proses belajar atau mengajar. 

Guru dan dosen bisa memaksimalkan AI untuk efisiensi kerja, tapi tetap harus menjaga etika akademik. 

Sementara itu, siswa perlu mengubah mindset yakni belajar bukan cuma soal nilai, tapi juga soal membangun karakter dan keterampilan berpikir.

AI dalam dunia pendidikan memang ibarat pedang bermata dua. Kalau dipakai bijak, dia bisa jadi guru terbaik. 

Tapi kalau disalahgunakan, jangan kaget kalau justru jadi ancaman. Ingat, teknologi hanyalah alat kitalah yang menentukan arahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Utdi.ac.id: Artificial Intelligence Dalam Dunia Pendidikan, Bantuan Atau Ancaman?

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU