Kamis, 21 AGUSTUS 2025 • 16:48 WIB

Survei APJII 2025: 23,9% Orang Indonesia Rela Berikan Data Pribadi Demi Dapatkan Promo dan Diskon

Author

Ilustrasi memasukkan data pribadi demi diskon belanja. (Freepik)

INDOZONE.ID - Di era digital ini, keamanan data pribadi jadi isu yang penting. Tak sedikit aplikasi atau situs meminta informasi pribadi dari para pengguna.

Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran, di mana informasi sensitif yang diberikan disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Hasil survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2025 menunjukkan, sebanyak 33,00% menyatakan sangat tidak bersedia membagikan data pribadi, sementara 32,22% bersedia melakukannya hanya jika aplikasi dianggap benar-benar terpercaya.

Baca juga: Soal Transfer Data Pribadi, Menko Airlangga: Negara Bertanggung Jawab

Data ini menegaskan bahwa kepercayaan menjadi faktor penting dalam keputusan pengguna.

Selain itu, terdapat 18,91% responden yang hanya bersedia jika data yang diminta sangat minim, sedangkan 14,85% masih ragu-ragu namun tetap akan memasukkan data bila sangat diperlukan.

Hanya 1,02% responden yang menyatakan tidak peduli terhadap data pribadinya. Angka ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga privasi digital sudah semakin tinggi.

APJII juga mencatat, 23,90% responden bersedia memberikan data pribadi demi mendapatkan konten promosi atau diskon. Angka ini menunjukkan bahwa banyak pengguna internet masih tertarik menukar data mereka demi mendapat potongan harga.

Survei ini dilakukan pada 10 April hingga 16 Juli 2025 dengan melibatkan 8.700 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia, dengan target responden minimal 13 tahun.

Baca juga: 6 Cara Mudah Melindungi Data Pribadi di Tahun 2025

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka, sehingga informasi yang diperoleh lebih akurat dan mendalam. Survei ini memiliki margin of error sekitar ±1,1%.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: APJII

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU