Selasa, 22 JULI 2025 • 18:46 WIB

Jakarta Luncurkan Lomba Digitalisasi Pasar: Gubernur Pramono Tegaskan Teknologi Bisa Singkirkan Copet dan Preman

Author

Jakarta menggelar Lomba Digitalisasi Pasar sebagai langkah konkret membangun wajah baru pasar tradisional yang modern. (Z Creators/Natasya Indraswari)

INDOZONE.ID - Untuk pertama kalinya, Jakarta menggelar Lomba Digitalisasi Pasar sebagai langkah konkret membangun wajah baru pasar tradisional yang modern, bersih, dan berbasis teknologi.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (22/7), dan melibatkan 20 pasar percontohan yang akan diikuti oleh 133 pasar lainnya di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menyebut lomba ini merupakan inisiatif perdana yang melibatkan sektor perbankan untuk berlomba memberikan edukasi dan fasilitas digital bagi para pedagang pasar. Ia optimistis, kompetisi semacam ini akan memicu inovasi dan percepatan adopsi teknologi di pasar rakyat.

“Kalau ada orang yang paling gembira dengan acara ini, ya saya. Karena belum pernah ada lomba digitalisasi pasar seperti ini sebelumnya. Dan saya yakin, bank-bank yang ikut lomba enggak mau kalah. Mereka pasti akan berlomba-lomba melakukan literasi keuangan kepada para pedagang,” ujar Pramono.

Baca juga: Lego Resmi Rilis Set One Piece, Ajak Penggemar Bangun Petualangan Menuju Grand Line

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa digitalisasi pasar bukan sekadar soal efisiensi transaksi, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menciptakan pasar yang aman dan transparan.

“Kalau digitalisasi ini jalan, copet akan berkurang. Preman perlahan akan hilang. Itu sudah hukum alam. Karena makin sedikit orang bawa uang tunai, makin kecil peluang kejahatan jalanan. Apa yang mau dipalakin kalau semua pakai QRIS?” tegasnya, disambut antusias hadirin.

Selain menekan potensi kejahatan, sistem pembayaran non-tunai ini dinilai bisa meningkatkan pendapatan daerah, karena meminimalkan praktik gelap dan memperjelas jejak transaksi.

Pramono menyebut Jakarta kini menjadi kota dengan pengguna transaksi digital tertinggi di Indonesia, mencapai 6,2 juta orang—dan jumlah ini diyakini akan terus bertambah melalui program seperti lomba digitalisasi ini.

Baca juga: Oppo Reno 14 F 5G Hadir dengan Warna Pink Glossy, Desain Terinspirasi Mermaidcore

Sebagai wujud komitmen kolaboratif, dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Perumda Pasar Jaya dan sejumlah mitra perbankan, di antaranya Bank Jakarta, BRI, Mandiri, BCA, dan BNI.

Gubernur Pramono pun tak ragu mendorong perubahan di tubuh BUMD, seperti menugaskan Bank Jakarta untuk go public tahun depan, agar pengawasan publik terhadap kinerja keuangan semakin terbuka.

“Saya meyakini pengawasan publik itu lebih baik daripada pengawasan yang bersifat perorangan. Ini soal akuntabilitas,” pungkasnya.

Dengan lomba ini, Jakarta ingin menghadirkan pasar rakyat yang bukan hanya rapi dan digital, tapi juga aman dari copet, bersih dari pungli, dan mampu bersaing dalam ekosistem ekonomi global tanpa meninggalkan akar budayanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU