Pendiri Microsoft, Bill Gates. (REUTERS/Shannon Stapleton)
INDOZONE.ID - Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, hadir untuk memudahkan pekerjaan manusia.
Namun, beberapa waktu terakhir, muncul kekhawatiran, bahwa AI akan menggantikan manusia di bidang-bidang tertentu.
Pendiri Microsoft, Bill Gates. (Reuters/Matthew Knight)
Pendiri Microsoft, Bill Gates, pun buka suara soal kekhawatiran ini. Menurutnya, AI merupakan alat bantu yang akan makin canggih seiring berjalannya waktu.
"Ini (AI) adalah kemajuan yang sangat mendalam yang pada suatu titik akan mengubah semua aktivitas cukup banyak. Revolusi yang saya ikuti adalah tentang, membawa komputer dari yang sangat mahal menjadi hampir gratis,” ungkap Bill Gates, Selasa (15/4/2025).
“Ketika saya masih muda, setiap kali saya mendengar ada komputer yang tersedia, bahkan di malam hari, saya akan pergi dan mengaksesnya... Mereka begitu langka. Sekarang, gagasan bahwa komputer pribadi Anda hanya digunakan beberapa jam sehari—itu menunjukkan betapa tidak efisiennya hal itu,” sambungnya.
"Sekarang yang kita miliki adalah kecerdasan yang langka, seperti dokter brilian, insinyur brilian, bahkan orang untuk melakukan panggilan telepon dukungan, panggilan telesales—kita melihat kecerdasan itu langka. Dan melalui AI, kita akan mampu menyelesaikan masalah yang sangat kompleks saat ini,” jelas Bill Gates.
Baca Juga: Oppo Perkenalkan Teknologi Agentic AI di Google Cloud Next 2025
Meski begitu, AI tidak akan menyelesaikan semua masalah meski sudah amat canggih sekarang.
Oleh sebab itu, AI harus digunakan di bidang yang tepat dan benar, supaya dapat berfungsi dengan maksimal.
“Tidak semua masalah, tetapi banyak dari mereka, mereka sudah seperti manusia super. Tetapi, karena mereka tidak sepenuhnya dapat diandalkan, orang-orang ragu 'Di mana kita harus menerapkan hal ini,” ungkap Bill Gates.
“Saya pikir jika diterapkan dengan benar, hal-hal ini bisa digunakan untuk kesehatan dan pendidikan, dan lain-lain. Apapun waktunya, jika kemampuan dan keandalannya disempurnakan, maka Anda berada di dunia di mana menemukan obat, menulis proposal, melakukan panggilan telesales, itu hanya perangkat lunak! Kecerdasan itu akan menjadi gratis. Jadi, Anda beralih dari kekurangan guru, dokter, menjadi sebanyak yang Anda inginkan dalam keahlian dokter," tjuturnya.
Banyak pemimpin teknologi seperti Jensen Huang dari NVIDIA, Sam Altman dari OpenAI, dan lainnya yang membagikan pandangannya mengenai programmer yang bisa kehilangan pekerjaannya karena AI.
Namun, Bill Gates berkata, bahwa meskipun AI akan menjadi lebih baik dan banyak di masa depan, tidak akan bisa menggantikan tiga profesi, yaitu programmer, ahli biologi dan pakar energi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Times Of India