Fase bulan menuju gerhana total oleh Renee Webner pada tahun 2019 di Alabama, USA.
INDOZONE.ID - Gerhana bulan total biasanya disebut juga dengan istilah Blood Moon atau Bulan Berdarah.
Hal ini karena saat matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus, warna bulan akan berubah menjadi merah darah.
Fenomena ini akan terjadi pada waktu malam dan dini hari di tanggal 13-14 Maret 2025.
Ini merupakan gerhana bulan total pertama yang terjadi sejak tahun 2022 lalu.
Baca Juga: Pengaruh Gerhana Matahari pada Kehidupan di Bumi, dari Hewan hingga Perubahan Cuaca
Seluruh belahan dunia yang sedang dalam 'sisi gelap' bumi, dapat melihat fenomena ini.
Namun, tempat terbaik untuk melihatnya adalah di Benua Amerika baik di utara maupun selatan Amerika.
Warna merah darah yang menyelimuti bulan saat terjadi gerhana disebabkan oleh bayangan yang dibuat bumi.
Cahaya matahari yang menyinari planet bumi akan sampai ke bulan juga. Namun, warna yang memiliki panjang gelombang lebih pendek, seperti biru dan ungu, akan lebih mudah disebarkan oleh atmosfer bumi.
Baca Juga: Pengaruh Gerhana Matahari pada Kelangsungan Hidup Hewan
Sehingga warna merah dan oranye yang memiliki panjang gelombang lebih panjang akan terus menembus hingga ke permukaan bulan.
Warna kemerahan tersebut dipantulkan sampai ke mata kita. Saat melihat gerhana bulan, kita tidak perlu menggunakan kacamata khusus seperti saat melihat gerhana matahari.
Cukup melihat dengan mata telanjang saja, atau lebih bagus lagi abadikan dengan kamera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Space.com, NASA