INDOZONE.ID - Gerhana matahari cincin adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika bulan berada di antara Bumi dan Matahari.
Hanya saja, momen ini tidak sepenuhnya menutupi Matahari, sehingga menghasilkan tampilan seperti cincin cahaya terang di sekitar tepi gelap Bulan.
Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada pada titik terjauh dari Bumi dalam orbit elipsnya, yang disebut apogee.
Pada posisi ini, Bulan tampak lebih kecil dari biasanya ketika dilihat dari Bumi.
Karena Bulan tampak lebih kecil saat Bulan berada di depan Matahari, ia tidak dapat menutupi seluruh permukaan Matahari.
Baca Juga: NASA Berhasil Temukan Eksoplanet Baru yang Besar dan Dingin
Sebaliknya, hanya bagian tengah Matahari yang tertutup oleh Bulan, sedangkan tepi luar Matahari tetap terlihat.
Akibat penutupan yang tidak sempurna, terbentuklah cincin cahaya terang di sekitar tepi Bulan.
Cincin inilah yang dikenal sebagai "cincin api" atau "annulus", yang menjadi ciri khas gerhana matahari cincin.
Orbit Bulan berbentuk elips sehingga jarak antara Bumi dan Bulan bervariasi.
Pada saat gerhana matahari cincin terjadi, Bulan berada di titik apogee, sehingga jaraknya lebih jauh dari Bumi, membuatnya tampak lebih kecil.
Gerhana matahari cincin hanya terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari, berada dalam satu garis lurus sempurna (konjungsi).
Baca Juga: Satu Hari di Bumi Bisa Jadi 25 Jam, Peneliti: Rotasi Melambat Akibat Bulan Menjauh
Jika posisi ini terjadi saat Bulan berada di apogee, gerhana yang dihasilkan adalah gerhana matahari cincin, bukan gerhana total.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Space.com