OnePlus Dikabarkan Akan Keluar dari Pasar AS dan Eropa
INDOZONE.ID - Kabar mengejutkan datang dari industri smartphone. OnePlus dikabarkan akan keluar dari pasar AS dan Eropa setelah muncul laporan bahwa perusahaan tersebut berencana mengubah strategi bisnisnya secara besar-besaran.
Menurut laporan terbaru, stok perangkat OnePlus yang tersedia di beberapa wilayah mulai menipis. Setelah seluruh persediaan habis, produk baru OnePlus disebut tidak akan kembali dipasok ke pasar tersebut.
Jika kabar ini benar, keputusan tersebut akan menjadi perubahan besar bagi OnePlus yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu merek smartphone dengan konsep flagship killer.
Baca juga: Bikin Kangen! Ini 10 Game PC Jadul yang Bisa Temani Waktu Luang
Salah satu tanda yang memperkuat kabar tersebut adalah kondisi stok perangkat OnePlus di sejumlah toko resmi.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa hampir seluruh produk OnePlus di pasar Eropa sudah mulai habis dan tidak mendapatkan pengisian ulang stok.
Strategi ini menunjukkan kemungkinan bahwa perusahaan sedang mengurangi aktivitas penjualan di wilayah tertentu.
Namun, meskipun penjualan dihentikan, perangkat OnePlus yang sudah dibeli pengguna masih akan mendapatkan dukungan seperti:
Hal ini dimungkinkan karena Oppo sebagai perusahaan induk masih memiliki rencana untuk tetap beroperasi di pasar Eropa.
Salah satu alasan yang diduga menjadi penyebab perubahan besar OnePlus adalah strategi baru dari perusahaan induknya, Oppo.
Dalam beberapa waktu terakhir, Oppo mulai melakukan integrasi terhadap sumber daya produksi dan rantai pasokan dengan OnePlus.
Selain itu, perubahan internal perusahaan juga terjadi melalui pergantian beberapa posisi eksekutif.
Langkah tersebut membuat banyak pihak memperkirakan bahwa Oppo ingin menyederhanakan strategi smartphone mereka dan mengurangi fokus pada beberapa pasar yang dianggap kurang menguntungkan.
Selain isu penghentian operasi, muncul rumor lain mengenai sistem operasi OnePlus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com