Ilustrasi asal-usul "bug" dalam komputer
INDOZONE.ID - Di tanggal 9 September 1947, istilah "bug" pertama kali ditemukan oleh sekelompok ilmuwan dan insinyur komputer.
Bug sering diartikan sebagai suatu gangguan dalam sistem. Di awal tahun 1800-an, Thomas Edison menemukan adanya "bugs" dalam desain-desainnya. Namun, bug yang dimaksud ini adalah yang pertama terjadi di komputer.
Sekarang, adanya bug dalam perangkat lunak dapat mempengaruhi keamanan, fungsi, dan keselamatan sistem operasi komputer. Sistem debugging dan manajemen bug merupakan bagian penting untuk mengatasi masalah bug ini.
Baca Juga: Cara Mahasiswa Retas Polsek dan Sejumlah Perusahaan di Google: Manfaatkan Bug!
Bug yang pertama kali ditemukan pada komputer merupakan suatu gangguan yang memang disebabkan oleh adanya serangga.
Tim dari Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts, menemukan bahwa komputer mereka, Mark II, menunjukkan kesalahan operasi yang berulang.
Ketika mereka membuka perangkat keras komputer, mereka menemukan seekor serangga, ngengat, yang terjebak di dalam, sehingga mengganggu komponen elektronik komputer.
Anggota tim pertama yang melaporkan adanya bug komputer adalah Dr. Grace Hopper, seorang pelopor bahasa komputer.
Baca Juga: Bug pada Peringkat Google Search Kini Berhasil Diperbaiki
Dari situ, rumor mulai menyebar menyebutnya mendapatkan banyak penghargaan atas pelaporan bug tersebut. Namun, sebenarnya dirinyalah yang membuat kejadian penemuan bug komputer semakin terkenal.
Hopper merupakan seorang pemrogram komputer pertama yang berhasil meraih gelar doktor matematika dari Universitas Yale di tahun 1934.
Dia menemukan compiler pengolah data berbahasa Inggris pertama, yang menjadi dasar pengembangan bahasa pemrograman independen dari mesin, seperti COBOL, yang merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dirancang khusus untuk aplikasi bisnis, keuangan, dan administrasi, dikembangkan di awal tahun 1950-an dan diperkenalkan tahun 1960-an.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Education.nationalgeographic.org