Ilustrasi seorang wanita sedang membuka media sosial saat bangun tidur. (AI Generated)
INDOZONE.ID - Bagi kebanyakan orang di era digital ini, ritual pagi tidak lagi diawali dengan meregangkan badan, merapikan tempat tidur, membuka tirai jendela atau menikmati secangkir kopi hangat.
Alih-alih mengumpulkan kesadaran, tangan kita secara otomatis meraba tempat tidur, mencari ponsel, dan langsung membuka media sosial.
Tanpa kita sadari, dalam 5 menit pertama setelah bangun, kita telah menyerahkan kendali pikiran kita kepada algoritma.
Fenomena ini bukan hanya kebiasaan buruk biasa, tapi juga sebuah ancaman serius bagi kesehatan mental dan produktivitas kita sepanjang hari.
Ilustrasi seorang wanita sedang membuka media sosial saat bangun tidur. (AI Generated)
Saat membuka media sosial di pagi hari, kita disuguhkan berbagai informasi yang bahkan sama sekali tidak kita butuhkan.
Baca juga: Inggris Pertimbangkan Regulasi Wajibkan Media Sosial Prioritaskan Sumber Berita Terpercaya
Dalam satu guliran layar atau scroll, kita bisa melihat berita duka, video komedi yang mengocok perut, gosip artis yang memicu amarah, hingga pencapaian hidup orang lain yang membuat kita merasa minder.
Pagi hari yang seharusnya menjadi kanvas kosong yang tenang untuk memulai hari, mendadak berubah menjadi medan pertempuran emosi.
Kita dipaksa melakukan overthinking sebelum kaki kita bahkan menyentuh lantai atau badan kita beranjak dari tempat tidur.
Ilustrasi seorang wanita sedang membuka media sosial saat bangun tidur. (AI Generated)
Untuk memahami mengapa fenomena ini begitu merusak, para ahli mengidentifikasi beberapa istilah psikologis dan neurologis yang tepat untuk menggambarkan kondisi ini.
Mulai dari Doomscrolling / Doomsurfing yang menggambarkan kecenderungan seseorang untuk terus-menerus scrolling demi membaca berita atau konten negatif, meskipun hal itu memicu kecemasan dan stres.
Kemudian Dopamine Hijacking (pembajakan dopamin) dimana saat pagi hari, otak kita sangat sensitif. Menatap layar dan mendapatkan likes, komentar, atau konten viral memberikan letupan dopamin instan yang "membajak" sistem penghargaan otak kita, membuat kita kecanduan sejak menit pertama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal