INDOZONE.ID - Setiap kali membuka aplikasi di smartphone, bermain game di laptop, atau menyalakan mobil modern, ada satu komponen kecil yang bekerja di balik semuanya, yakni chip mikroprosesor.
Ukurannya memang hanya sebesar ujung jari, tetapi di dalamnya terdapat miliaran transistor yang saling terhubung dan bekerja dengan kecepatan luar biasa.
Chip atau integrated circuit (IC) menjadi pusat dari hampir seluruh perangkat elektronik modern.
Tanpa komponen ini, komputer, smartphone, hingga perangkat rumah pintar tidak akan bisa berfungsi.
Menariknya, proses pembuatan chip ternyata sangat kompleks dan membutuhkan teknologi dengan tingkat presisi ekstrem.
Bahkan, seluruh prosesnya dimulai dari bahan sederhana yang sering kita temukan di alam, yaitu pasir silikon.
Chip mikroprosesor pada dasarnya adalah CPU atau central processing unit yang dibuat menggunakan material semikonduktor seperti silikon.
Di dalam chip tersebut terdapat rangkaian transistor mini yang bertugas memproses data dan menjalankan berbagai instruksi.
Mikroprosesor sendiri memiliki tiga bagian utama. Pertama adalah Arithmetic Logic Unit (ALU) yang bertanggung jawab melakukan perhitungan matematika dan logika.
Baca juga: Bukan Cuma RAM Besar, Kenali Macam-macam Chipset HP agar Performa Ponsel Maksimal!
Kedua, Register Unit (RU) yang menyimpan data sementara selama proses berlangsung.
Ketiga, Control Unit (CU) yang mengatur jalannya instruksi di dalam sistem.
Ketika mikroprosesor dipadukan dengan komponen pendukung seperti memori dan input-output, terbentuklah sebuah mikrokomputer.
Sementara jika semua komponen itu digabungkan dalam satu chip silikon, lahirlah mikrokontroler yang biasa dipakai pada perangkat elektronik pintar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: El.iti.ac.id