Ilustrasi GitHub (assets.janbasktraining.com)
INDOZONE.ID - Buat kamu yang bukan dari dunia IT, istilah GitHub mungkin terdengar asing. Padahal kalau dijelaskan dengan bahasa sederhana, GitHub sebenarnya cukup mudah dipahami.
Bayangkan kamu punya folder di Google Drive untuk menyimpan dokumen, foto, atau file penting. Nah, GitHub bisa dibilang seperti Google Drive, tapi khusus untuk baris kode (coding).
Di GitHub, para programmer bisa menyimpan proyek aplikasi atau website, mengatur versi perubahan kode, dan berkolaborasi dengan orang lain dari seluruh dunia.
Tapi, GitHub bukan sekadar tempat menyimpan file, tapi juga berfungsi sebagai media sosial untuk developer.
Tapi, GitHub bukan sekadar tempat “nyimpen file”. Ia juga berfungsi sebagai media sosial untuk developer.
Baca juga: Rebecca Heineman Berpulang: Dunia Game Kehilangan Salah Satu Programmer Terbrilliant Sepanjang Masa
Di GitHub, pengguna juga bisa melihat proyek orang lain, memberi kontribusi proyek tersebut, memberi bintang atau semacam like, dan mengikuti akun developer lain.
Makanya, GitHub sering dianggap sebagai LinkedIn versi programmer, karena aktivitas di dalamnya bisa menunjukkan kemampuan seseorang secara nyata.
Di balik GitHub, ada sistem bernama Git. Secara sederhananya, Git itu seperti fitur riwayat perubahan super canggih.
Misalnya kamu bisa bikin aplikasi ini, besok kamu ubah sebagian kodenya, ternyata error, dan mau balik ke versi kemarin.
Nah, Git memungkinkan kamu untuk menyimpan semua versi perubahan, membandingkan perubahan, dan kembali ke versi sebelumnya kapan aja.
Selain itu, Git juga memungkinkan banyak orang mengerjakan proyek yang sama tanpa saling tabrakan.
Kalau kamu ingin kerja di bidang IT, GitHub itu hampit seperti CV wajib.
Kenapa? Karena di GitHub, recruiter bisa langsung melihat proyek apa aja yang pernah kamu buat, seberapa aktif kamu ngoding, cara kamu menulis kode, dan kontribusi kamu di proyek orang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medium