INDOZONE.ID - Setelah lebih dari setengah abad, sejak era Apollo program berakhir, manusia akhirnya kembali menapaki jalur menuju Bulan.
NASA resmi meluncurkan misi Artemis II dengan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion spacecraft pada Rabu (1/4/2026) pukul 18.35 waktu setempat atau Kamis (2/4/2026) pukul 05.35 WIB.
Peluncuran ini menjadi momen bersejarah karena menandai penerbangan berawak pertama NASA menuju Bulan sejak lebih dari 50 tahun lalu.
Bukan sekadar perjalanan biasa, Artemis II membawa misi besar dengan tujuan yang jelas.
Lantas, seperti apa spesifikasi roketnya dan tujuan besar di balik misi ini?
Peluncuran roket Artemis II. (REUTERS/Steve Nesius)
Perjalanan dimulai dari roket super berat bernama Space Launch System (SLS) yang jadi tulang punggung dalam misi ini.
Ukurannya benar-benar masif, yaitu tingginya mencapai sekitar 322 kaki dengan bobot lebih dari 5,7 juta pon saat terisi penuh bahan bakar.
Bahkan, kekuatannya sering dibandingkan dengan roket legendaris Saturn V yang dulu membawa manusia ke Bulan.
Baca juga: NASA dan Google Uji Dokter Luar Angkasa Berbasis AI untuk Misi Masa Depan
Setelah berhasil keluar dari atmosfer Bumi, para astronot akan berpindah ke kapsul Orion spacecraft.
Kapsul ini dirancang sebagai “rumah” mereka selama di luar angkasa, dengan ruang interior yang kira-kira sebesar dua mobil van.
Di sinilah seluruh perjalanan menuju Bulan akan berlangsung terjadi, mulai dari navigasi hingga sistem kehidupan yang menopang kru.
Misi ini juga membawa tim astronot yang mencetak sejarah baru. Berikut empat awak yang akan terbang dalam kapsul Orion bernama Integrity:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nasa.gov, Planetary.org