Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 05 MARET 2026 • 16:06 WIB

AI Mulai Digunakan untuk Jawab Pertanyaan Agama, Wamenkomdigi Ingatkan Risiko Bias Data

AI Mulai Digunakan untuk Jawab Pertanyaan Agama, Wamenkomdigi Ingatkan Risiko Bias DataWamenkomdigi, Nezar Patria. (dok. Komdigi)

INDOZONE.ID - Di era modern ini, kecerdasan artifisial (AI) mulai banyak digunakan untuk menjawab pertanyaan keagamaan masyarakat.

Terkait masifnya penggunaan AI, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan bahwa teknologi ini harus dilatih dengan data yang akurat dan terpercaya.

Tanpa proses pelatihan data yang tepat, sistem AI berisiko menghasilkan jawaban yang bias dan menyesatkan, terutama pada isu sensitif seperti ajaran agama.

Baca juga: Samsung Umumkan Strategi AI-Driven Factories 2030 untuk Manufaktur Global

"Untuk Aiman dan Aisha ini, kalau data-datanya tidak di-training dengan baik, dapat memberikan hasil yang melenceng dari kaidah agama," jelas Wamen Nezar dalam Peluncuran Platform Kecerdasan Buatan Keislaman Aiman dan Aisha di Jakarta Pusat, Rabu (04/03/2026).

Wamen Nezar mengapresiasi upaya dari pihak pengembang platform yang melakukan mitigasi risiko dengan mencegah AI menjawab pertanyaan yang sensitif dan kritis.

"Ini bagus, jadi sudah ada semacam penapis risiko untuk pertanyaan yang sensitif dan agak kritis, langsung dia akan menyarankan bertanya kepada Ustaz dan lain-lain," ujar Wamen Nezar.

Wamen Nezar berharap platform Aiman dan Aisha dapat menjadi sebuah terobosan yang baik dalam pemanfaatan AI di bidang keagamaan.

"Semoga dengan pengembangan-pengembangan yang lebih intens, Aiman dan Aisha dapat menjadi lebih cerdas dan bisa menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan kita," pungkas Wamen Nezar.

Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Ahmad Imam Mujaddid Rais menjelaskan bahwa generasi Z dan milenial saat ini sering mencari jawaban masalah agama melalui mesin pencari di internet.

Sayangnya, sumber dan rujukan di internet sering kali tidak sepenuhnya benar dan akurat.

"Kehadiran Aiman dan Aisha memperkaya khazanah Islam di masyarakat untuk melahirkan pemahaman agama yang harmonis," kata Ahmad.

Baca juga: Cloud AI Phone Resmi Dirilis: Hasil Kolaborasi Besar Huawei & China Unicom

Ahmad juga meminta platform untuk melengkapi data dengan berbagai rujukan kitab-kitab dan fatwa ulama agar dapat memberikan informasi-informasi yang lebih lengkap dan tepat bagi para penggunanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Komdigi

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

AI Mulai Digunakan untuk Jawab Pertanyaan Agama, Wamenkomdigi Ingatkan Risiko Bias Data

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!