Ilustrasi belajar coding (Unsplash/@cgower)
INDOZONE.ID - Pada tahun 2025, mempelajari bahasa pemrograman tidak akan penting lagi. Teknologi seperti AI dan outsourcing global membuat banyak pekerjaan pemrograman tidak relevan. Perusahaan lebih menyukai tenaga kerja berbiaya rendah dari luar negeri dengan visa H1B dan bot AI. Industri teknologi menjadi semakin kompetitif, dengan pekerjaan pemrograman sederhana menjadi kurang menarik karena gaji rendah dan kondisi kerja yang sulit.
Seiring dengan semakin saling terhubungnya dunia, perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari geoarbitrase, sebuah strategi memindahkan pekerjaan ke negara-negara dengan biaya tenaga kerja yang lebih rendah. Bahkan dengan reformasi H1B yang berlaku, perusahaan masih dapat mendirikan kantor di luar negeri dan mempekerjakan karyawan dari jarak jauh. Hal ini menimbulkan tantangan signifikan bagi pekerja lokal yang mengandalkan pekerjaan teknologi.
Baca juga: Anthropic Rilis Claude Sonnet 4.5, Model AI Terbaik untuk Coding
Sistem pendidikan Amerika Serikat telah dikritik sebagai faktor penyebab rendahnya kualitas tenaga kerja STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika). Generasi muda, terutama Gen Z, telah dikritik karena kurangnya keterampilan teknis akibat sistem pendidikan yang terlalu menekankan aspek sosial seperti keberagaman dan penggunaan kata ganti. Dibandingkan dengan negara-negara Asia, pendidikan STEM di Amerika dianggap sangat tertinggal dan perlu waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki sistem pendidikan ini.
STEM yang dulunya menjadi dasar kemajuan Amerika kini dipandang kurang relevan bagi keberhasilan dalam persaingan global. Teknologi seperti manufaktur semikonduktor dan fisika kuantum sulit diajarkan di universitas-universitas AS tanpa bantuan pakar internasional. Faktanya, hiburan seperti TikTok lebih diutamakan daripada inovasi teknologi dalam budaya Amerika.
Industri teknologi sedang menurun. Perusahaan besar seperti Facebook, Google, dan Amazon menghadapi tantangan besar, termasuk denda dari berbagai negara, persaingan yang ketat, dan biaya operasional yang sangat tinggi. Teknologi baru seperti komputasi kuantum dan AI lebih merupakan alat promosi daripada inovasi dengan aplikasi praktis langsung.
Kendala teknologi masa depan menghadirkan peluang besar bagi sektor media dan aset digital. Secara khusus, Amerika Serikat dapat memanfaatkan posisi kelas menengahnya untuk memanfaatkan kekuatan media guna memengaruhi pasar global. Selain itu, Bitcoin dan stablecoin menawarkan peluang baru bagi Amerika Serikat untuk mengendalikan ekonomi global dengan menggunakan infrastruktur blockchain untuk transaksi.
Baca juga: Cuma Pakai 1 Software Ini, Kamu Sudah Bisa Bikin Game Tanpa Coding!
Bitcoin diakui sebagai aset cadangan global yang lebih efektif dibandingkan dengan teknologi tradisional. Mendominasi pasar bitcoin dan stablecoin dapat memperkuat posisi dolar sebagai penyimpan nilai global. Dengan cara ini, Amerika Serikat dapat terus menang dalam persaingan global tanpa bergantung pada STEM atau keterampilan manufaktur tradisional.
Era teknologi yang kita alami selama 20 hingga 30 tahun terakhir mungkin kini akan segera berakhir. Namun, peluang baru di sektor media dan aset digital memberikan alasan untuk berharap di masa depan. Kekuatan inovasi keuangan dan pengaruh media berarti bahwa Amerika Serikat dapat terus memainkan peran penting di dunia, bahkan jika bidang STEM menurun pentingnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/TecLead