CEO Apple, Tim Cook, pegang iPhone 17 Pro dan iPhone Air. (REUTERS/Manuel Orbegozo)
INDOZONE.ID - Apple lagi-lagi bikin geger dunia teknologi dan pasar saham. Bayangin aja, sahamnya melonjak gila-gilaan sampai hampir menyentuh valuasi 4 triliun dolar AS, angka yang bahkan beberapa tahun lalu kayaknya mustahil buat dicapai. Semua ini gara-gara satu hal yang udah jadi “senjata pamungkas” mereka dari dulu: iPhone. Seri terbaru, iPhone 17, laku keras banget dan bikin Apple balik jadi bintang di mata investor.
Menurut data dari Counterpoint Research, penjualan iPhone 17 di China dan Amerika Serikat naik sekitar 14% dibanding iPhone 16 dalam sepuluh hari pertama sejak rilis. Artinya, hype-nya gede banget. Padahal dua pasar itu sebelumnya sempat bikin Apple pusing karena saingannya makin ganas, apalagi di China, di mana brand kayak Huawei dan Xiaomi makin agresif. Tapi ya, namanya Apple, tetap aja bisa bikin orang ngantri panjang demi upgrade ke seri terbaru.
Baca juga: Penjualan Menurun, Apple Pangkas Pengiriman Vision Pro
Gara-gara penjualan yang kenceng itu, saham Apple langsung meroket 4,2% jadi sekitar 262,9 dolar AS per lembar, dan valuasi pasar mereka naik ke 3,9 triliun dolar AS. Sekarang Apple jadi perusahaan kedua paling berharga di dunia, di bawah Nvidia yang lagi naik daun banget karena tren AI. Kalau begini terus, tinggal tunggu waktu aja sampai Apple resmi tembus angka 4 triliun dolar.
Dari sisi analis, banyak yang makin optimis sama arah Apple ke depan. Evercore ISI, misalnya, baru masukin Apple ke daftar “Tactical Outperform”, istilah keren buat saham yang diprediksi bakal ngalahin pasar. Mereka bilang, permintaan online di China lagi tinggi-tingginya, dan waktu pengiriman iPhone 17 di sana lebih lama dari biasanya. Buat Apple, itu sinyal bagus banget karena artinya stok cepat habis alias laris manis.
Peluncuran iPhone 17 kemarin juga lumayan jadi pembuktian. Apple ngenalin beberapa versi baru, termasuk iPhone Air yang lebih tipis tapi tetap kencang performanya. Yang keren, mereka gak naikin harga, padahal lagi rame soal potensi tarif impor baru dari AS. Strategi itu kelihatan berhasil banget karena banyak orang akhirnya lebih tertarik upgrade tanpa mikir dua kali soal harga.
iPhone 17 Series (sumber: apple.com)
Menurut Art Hogan, analis dari B Riley Wealth, “Mereka ngeluncurin iPhone baru dan hasilnya jauh di atas ekspektasi. Sekarang tren permintaan iPhone udah balik ke jalur positif.” Singkatnya, Apple lagi di atas angin lagi setelah sempat digoyang tahun lalu.
Soalnya, kalau kita flashback ke awal tahun, saham Apple sempat loyo banget. Banyak yang khawatir soal persaingan ketat di Asia dan ancaman tarif tinggi dari AS yang bisa ganggu produksi. Tapi ternyata Apple punya cara buat ngakalinnya. Mereka ngumumin investasi baru senilai 100 miliar dolar AS di Amerika Serikat, yang bikin pemerintah AS senang dan investor makin yakin. Langkah itu bukan cuma taktis, tapi juga ngasih sinyal kuat kalau Apple serius mau jaga rantai produksinya tetap stabil sambil ngurangin ketergantungan sama negara lain.
Sejak pengumuman itu di awal Agustus, saham Apple pelan-pelan mulai pulih dan sekarang meledak setelah iPhone 17 rilis. Kalau kenaikannya terus bertahan, ini bisa jadi lonjakan satu hari paling tinggi dalam empat minggu terakhir. Tahun ini aja saham mereka udah naik lebih dari 5% dan bisa jadi makin tinggi kalau hype iPhone masih berlanjut.
Buat banyak investor, momen ini bukti kalau Apple masih punya “magic” yang bikin orang gak bisa move on. Di tengah tren teknologi baru kayak AI dan cloud computing, Apple tetap kuat dengan ekosistemnya yang solid, dari iPhone, Mac, iPad, sampai layanan digital kayak iCloud dan Apple Music. Konsumen masih percaya sama brand ini, dan loyalitas itu yang bikin Apple susah banget disaingi.
Baca juga: Saham Apple Turun, Kini Microsoft Jadi Saham Paling Berharga di Dunia
Kenaikan saham Apple juga ngasih sinyal positif buat pasar teknologi secara umum. Meski ekonomi global lagi gak stabil, investor kayaknya mulai berani lagi masuk ke saham-saham besar yang punya reputasi kuat. Dan jelas, Apple jadi pilihan utama banyak orang karena stabilitas dan inovasinya yang konsisten.
Kedepannya, kalau permintaan iPhone 17 tetap tinggi dan rencana investasi barunya jalan lancar, Apple bisa makin dekat ke tonggak sejarah baru: valuasi 4 triliun dolar AS. Jadi ya, kalau ada yang bilang Apple udah gak segreget dulu, data kayak gini jelas jadi tamparan halus. Mereka bukan cuma masih relevan, tapi lagi bersiap buat naik level lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters