Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 02 SEPTEMBER 2025 • 16:00 WIB

Prostesis yang Dikendalikan Saraf: Bikin Jalan Nggak Kaku Lagi

 Prostesis yang Dikendalikan Saraf: Bikin Jalan Nggak Kaku LagiIlustrasi Teknologi Kaki Palsu (sumber: news.mit.edu)

INDOZONE.ID - Kalau dulu dengar kata “kaki palsu”, kebanyakan orang langsung terbayang alat bantu yang kaku dan membuat jalan terlihat agak dipaksakan. Tapi sekarang, teknologi sudah maju luar biasa. Tim peneliti dari MIT bersama Brigham and Women’s Hospital berhasil membuat terobosan: prostesis yang bisa dikendalikan langsung oleh sistem saraf manusia. Dengan begitu, pemakainya bisa berjalan dengan langkah yang jauh lebih natural.

Operasi Cerdas yang Menyambungkan Otot

Biasanya, kalau ada amputasi di bawah lutut, otot-otot yang seharusnya bekerja berpasangan (bergantian kontraksi dan relaksasi) menjadi terputus hubungannya. Efeknya, otak kehilangan “rasa posisi” kaki tersebut. Itulah sebabnya banyak orang yang menggunakan kaki palsu masih terlihat kaku saat berjalan.

Melalui prosedur operasi baru yang disebut Agonist-Antagonist Myoneural Interface (AMI), otot-otot itu disambungkan kembali. Dengan demikian, otak tetap bisa menerima sinyal posisi kaki. Hasilnya, pemakai bisa merasakan gerakan kaki prostetiknya lebih nyata, seakan benar-benar bagian dari tubuh sendiri.

Penelitian ini melibatkan 14 orang. Tujuh di antaranya menjalani operasi AMI, sedangkan tujuh lainnya menggunakan metode amputasi tradisional. Semua menggunakan prostesis canggih yang dilengkapi sensor dan pengendali robotik.

Perbedaannya terasa jelas:

  • Kelompok AMI bisa berjalan lebih cepat, hampir setara dengan orang tanpa amputasi.
  • Naik tangga? Lancar.
  • Menghindari rintangan? Tidak canggung.
  • Gerakan seperti menunjuk jari kaki saat menanjak atau melangkahi halangan? Lebih natural.

Sementara kelompok amputasi tradisional masih bisa berjalan, tetapi terlihat kaku dan lebih lambat.

Baca juga: Teknologi Mistis: Ketika AI “Bertemu” Dunia Gaib

Sebenarnya, prostesis modern sudah cukup canggih dengan sensor dan algoritma robotik. Namun, masalahnya tetap terasa seperti “alat luar” yang menempel di tubuh. Dengan AMI, karena dikendalikan langsung oleh sistem saraf, prostesis ini terasa lebih menyatu. Pemakai merasakan kaki palsunya benar-benar menjadi bagian dari dirinya, bukan benda asing.

Profesor Hugh Herr dari MIT bahkan menyebutkan, ini adalah studi pertama yang berhasil menunjukkan prostesis kaki dapat dikontrol penuh oleh saraf, sehingga langkah menjadi biomimetik alias sangat mirip dengan asli.

Selain membuat langkah lebih natural, pasien yang menjalani operasi AMI juga:

  • Lebih jarang mengalami nyeri.
  • Otot sisa amputasi tidak cepat menyusut.
  • Memiliki kontrol yang lebih baik untuk jangka panjang.

Hingga kini, sudah ada sekitar 60 orang di dunia yang menjalani operasi ini, termasuk untuk kasus amputasi tangan.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Road Map Percepatan Penguasaan Teknologi AI

Masa Depan: Tubuh “Rebuild”

Tim MIT punya misi jangka panjang: bukan hanya membuat prostesis canggih, tetapi benar-benar “membangun ulang” tubuh manusia. Bukan lagi sekadar kaki palsu robotik, melainkan kaki buatan yang terasa seperti bagian tubuh asli.

Jika penelitian ini terus berkembang, di masa depan orang dengan amputasi tidak lagi sekadar “dibantu alat”, melainkan memiliki anggota tubuh baru yang menyatu dengan diri mereka. Hal ini tentu akan mengubah hidup banyak orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: News.mit.edu

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Prostesis yang Dikendalikan Saraf: Bikin Jalan Nggak Kaku Lagi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!