Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 24 JULI 2025 • 15:28 WIB

Indonesia Jadi Target Populer di Dark Web, 3 Sektor Ini Paling Diserang

Indonesia Jadi Target Populer di Dark Web, 3 Sektor Ini Paling DiserangIlustrasi Dark Web dan Deep Web. (Freepik)

INDOZONE.ID - Sekitar 370 pakar keamanan siber dari berbagai negara berkumpul di Jakarta dalam ajang Positive Hack Talks 2025.

Salah pembahasan utama adalah Indonesia masuk dalam 28% iklan jual beli data di dark web Asia Tenggara. Manufaktur, pemerintah dan keuangan jadi sektor paling sering diserang.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 370 peserta. Mulai dari pakar berpengalaman, mahasiswa, hingga peneliti muda. Pembicara dari berbagai negara seperti Indonesia, Filipina, India dan Rusia hadir untuk berbagi perspektif.

Salah satu temuan yang cukup mengkhawatirkan datang dari riset Positive Technologies.

Baca juga: Geger Data Kemenhub, Inafis hingga BAIS Disebut Bocor, Dijual 1.000 Sampai 7 Ribu Dolar di Dark Web

Sekitar 28% iklan di forum dark web yang menyasar Asia Tenggara berkaitan dengan Indonesia. Angka ini menunjukkan besarnya potensi kebocoran data dari institusi atau individu di tanah air.

Lebih lanjut, 62% serangan siber yang menyasar Indonesia berkaitan langsung dengan pembobolan data.

Target utamanya bukan cuma perusahaan teknologi, tapi juga sektor manufaktur (31%), instansi pemerintah (23%), dan keuangan (23%).

Baca juga: Deep Web dan Dark Web, Sisi Gelap Dunia Internet

Tumbuh Cepat, Tapi Rentan

Indonesia memang tengah mengalami pertumbuhan digital yang pesat. Infrastruktur digital makin kuat, dan literasi masyarakat juga meningkat. Tapi di balik kemajuan itu, ada celah yang bisa dimanfaatkan hacker.

Semakin banyak layanan beralih ke digital, semakin besar pula kebutuhan akan sistem keamanan siber yang kokoh. Tanpa perlindungan yang memadai, risiko pencurian data makin sulit dikendalikan.

Talenta Siber Jadi Kunci Pertahanan

Elena Grishaeva, Direktur Regional Positive Technologies untuk Asia Tenggara, menyebut bahwa pengembangan SDM jadi kunci utama membangun ketahanan digital yang tangguh.

“Selama setahun terakhir, kami bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan terkemuka di Indonesia untuk melatih spesialis cyber security baru dan memperkuat pertahanan,” ujarnya dalam pernyataannya yang diterima Indozone, Rabu (23/7/2025).

Sementara itu, Dmitry Serebryannikov, Chief Hacking Officer Positive Technologies, menekankan pentingnya membangun komunitas global yang kuat.

“Acara seperti ini akan membangun komunitas ahli yang solid, yang bisa menghadapi ancaman siber secara bersama-sama, baik di Asia Tenggara maupun di tingkat global,” ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Narasumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Indonesia Jadi Target Populer di Dark Web, 3 Sektor Ini Paling Diserang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!