Ilustrasi Aplikasi Bitchat. (Foto: 9to5Mac)
INDOZONE.ID - Kebayang gak sih bisa chatting tanpa internet? Gak usah pakai kuota, gak perlu WiFi, tapi tetap bisa ngobrol santai sama temen di sekitar kamu.
Nah, impian itu kini mulai jadi kenyataan berkat aplikasi baru yang baru aja diluncurkan oleh pendiri Twitter, Jack Dorsey. Namanya Aplikasi Bitchat, dan fungsinya beda banget dari aplikasi chat pada umumnya.
Yuk, kenalan lebih dekat sama aplikasi baru yang bisa jadi penyelamat komunikasi saat sinyal hilang ini!
Jack Dorsey adalah sosok di balik berdirinya Twitter yang sekarang udah berubah nama jadi X.
Tapi bukan cuma itu, dia juga merupakan CEO dari perusahaan teknologi keuangan bernama Block.
Nah, Dorsey terkenal sebagai tokoh yang suka bikin gebrakan di dunia digital, dan salah satu inovasi terbarunya adalah Bitchat.
Bitchat lahir dari ide sederhana yaitu gimana caranya orang tetap bisa saling terhubung meskipun gak ada akses internet?
Jawabannya yaitu bisa pakai Bluetooth dan jaringan mesh. Simpel, tapi keren banget ngga sih?
Aplikasi Bitchat adalah aplikasi chatting yang gak butuh koneksi internet. Iya, kamu gak salah baca.
Bitchat adalah aplikasi yang pakai Bluetooth buat ngirim dan nerima pesan. Jadi, kamu cuma bisa chatting sama orang-orang yang berada dalam radius sekitar 10 meter dari kamu.
Tapi, teknologi di balik Bitchat ini gak sesederhana itu. Dilansir dari TechCrunch, aplikasi ini dilengkapi dengan sistem mesh network, yang artinya kalau banyak orang pakai Bitchat dalam satu area, sinyalnya bisa “loncat” dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
Hasilnya, jangkauan bisa meluas sampai lebih dari 300 meter, tergantung seberapa banyak pengguna di sekitar.
Teknologi ini bikin Bitchat jadi super berguna di situasi darurat seperti bencana alam, konser besar, atau demo yang bikin jaringan internet sering down. Bisa dibilang, Bitchat adalah solusi komunikasi darurat masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TechCrunch