INDOZONE.ID - MediaTek dikenal luas sebagai produsen chipset ramah kantong yang menjadi otak dari berbagai ponsel pintar bernilai tinggi di pasar global.
Di antara seluruh lini produknya, seri 7000 menjadi yang paling populer karena menawarkan perpaduan performa CPU dan GPU yang gesit dengan harga yang bersahabat.
Salah satu prosesor populer di seri ini adalah Dimensity 7400 yang kini tertanam di dalam perangkat Motorola Edge 60 Fusion serta Infinix GT30.
Untuk mengetahui seberapa tangguh kemampuannya, serangkaian uji tolok ukur (benchmark) ekstensif telah dilakukan guna memberi gambaran performa yang jelas bagi kamu.
Baca juga: Diskon Gila 80% di Steam, EA Sports FC 26 Kini Bisa Dibeli Cuma Rp40 Ribuan!
Berdasarkan hasil pengujian, prosesor ini mampu menunjukkan kinerja yang stabil dengan kendali suhu yang sangat baik.
Berikut adalah poin-poin pembahasan hasil pengujian performa dan varian dari chipset Dimensity 7400:
Hasil Uji Tolok Ukur dan Analisis Performa MediaTek Dimensity 7400
Skor AnTuTu Benchmark dan Perbandingannya dengan Kompetitor
Pada pengujian menggunakan aplikasi AnTuTu, Dimensity 7400 berhasil menorehkan pencapaian yang memuaskan dengan total skor sebesar 922.227 poin.
Raihan angka ini memposisikan performanya secara keseluruhan di antara Snapdragon 7 Gen 3 yang meraih 878.434 poin dan Snapdragon 7 Gen 4 dengan 1.077.092 poin.
Baca juga: Tips Bermain Elden Ring untuk Pemula, Bikin Kamu Siap Bertarung
Meskipun demikian, kinerja pengolah grafis (GPU) miliknya tercatat lebih rendah dari kedua pesaingnya tersebut, sehingga para pemain game berat disarankan untuk mempertimbangkan hal ini sebelum membeli.
Ragam Varian Lain Berupa Dimensity 7400X dan Dimensity 7400 Ultra
Chipset bertenaga ini juga diluncurkan ke dalam dua model turunan lainnya, yaitu seri Dimensity 7400X serta Dimensity 7400 Ultra.
Model 7400X dirancang khusus untuk perangkat layar lipat agar lebih optimal saat menjalankan layar sekunder (cover display) seperti yang digunakan pada Moto Razr 60.
Sementara itu, varian 7400 Ultra yang disematkan pada Realme P4 dan Motorola Edge 2025 merupakan versi yang ditingkatkan kecepatannya (overclocked), walau performa aslinya masih berada dalam batas margin kesalahan yang sama.
Baca juga: Persiapan Livestreaming agar Tidak Terkendala Teknis, Apa Saja?
Uji Kemampuan Komputasi Melalui Skor Geekbench 6
Pengujian performa komputasi murni melalui Geekbench 6 memperlihatkan bahwa prosesor ini agak keteteran pada pengujian performa inti tunggal (single-core) dengan hanya meraih 1.092 poin.
Namun, konfigurasi delapan inti miliknya yang terdiri dari 4x Cortex-A78 (2.6GHz) dan 4x Cortex-A55 (2.0GHz) mampu mendongkrak skor multi-core hingga menyentuh angka 3.062 poin.
Angka multi-core tersebut berhasil menyamai catatan milik Snapdragon 7 Gen 3, meskipun performa keseluruhannya masih berada jauh di bawah Dimensity 8350.
Uji Ketahanan Suhu Melalui Kinerja CPU Throttling
Tes aspek sistem pendinginan dan konsistensi performa dari Dimensity 7400 diuji secara ekstrem melalui aplikasi CPU Throttling Test.
Hasilnya sangat mengagumkan, di mana prosesor ini mampu mempertahankan kestabilan performa puncaknya hingga menyentuh angka 90 persen saat berada di bawah beban kerja yang sangat berat.
Hal ini membuktikan bahwa sistem pembuangan panas yang dirancang oleh pabrikan seperti Motorola pada seri Edge 60 Fusion, bekerja secara efektif dalam meredam gejala thermal throttling.
Uji Grafis Intensif Menggunakan Aplikasi 3DMark
Kemampuan pengolah grafis Arm Mali-G615 MC2 diuji menggunakan 3DMark Wild Life Extreme Stress Test dan mencatatkan skor stabilitas yang sangat kokoh sebesar 99,2 persen.
Namun, saat diuji menggunakan 3DMark Steel Nomad Light untuk mengukur kemampuan ray tracing, chipset ini hanya memperoleh skor 672 poin dengan rata-rata kecepatan bingkai 4,98 FPS.
Hasil ini mempertegas kembali bahwa Dimensity 7400 memang tidak dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan aktivitas game kelas berat yang menuntut grafis tinggi.
Pengukuran Kecepatan Berselancar Menggunakan Speedometer 3.0
Untuk mengukur kinerja chipset dalam menangani aktivitas berselancar di dunia maya, pengujian dilakukan memakai tolok ukur Speedometer 3.0.
Melalui pengujian tersebut, Dimensity 7400 mendapatkan perolehan skor akhir yang terhitung agak rendah, yaitu sebesar 9,28 poin.
Meski demikian, kamu tidak perlu khawatir karena angka ini sama sekali tidak akan mempengaruhi kenyamanan dan kelancaran kamu saat melakukan navigasi web sehari-hari.
Secara keseluruhan, MediaTek Dimensity 7400 menyajikan performa yang sangat kompetitif dan seimbang untuk segmen ponsel pintar kelas menengah.
Keunggulan utamanya terletak pada efisiensi daya serta kemampuan CPU yang unggul dalam menunjang pengalaman pengguna sehari-hari.
Oleh karena itu, jika kamu mencari perangkat harian yang responsif untuk multitasking dan tugas harian tanpa kendala panas berlebih, ponsel dengan chipset ini sangat layak kamu pilih.
Namun jika fokus utama kamu adalah kompetisi game berat, kamu mungkin perlu melirik alternatif lain yang memiliki GPU lebih bertenaga.
Sekarang kamu sudah memiliki gambaran lengkap mengenai tolok ukur performa dari prosesor andalan MediaTek yang satu ini.
Pilihlah ponsel pintar yang paling sesuai dengan kebutuhan produktivitas serta anggaran yang kamu miliki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gadgets.beebom.com