Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 17:10 WIB

Bungie Selesaikan Gugatan Plagiarisme Cerita Destiny 2, Detail Kesepakatan Dirahasiakan

Author

Bungie Selesaikan Gugatan Plagiarisme Terkait Cerita Destiny 2(Sumber:X/Eurogamer) 

INDOZONE.ID - Kasus plagiarisme yang sempat mengguncang komunitas Destiny 2 akhirnya menemukan titik akhir.

Bungie dilaporkan telah mencapai penyelesaian hukum dengan penulis Matthew Martineau, yang menuduh studio tersebut mengambil elemen dari karyanya untuk digunakan dalam cerita utama Destiny 2, termasuk alur Red War dan ekspansi Curse of Osiris.

Baca juga: Destiny 2 Alami Penurunan Pemain Terparah Sejak 2018, Akhir dari Forever Game Bungie?

Gugatan yang Awalnya Sempat Ditolak

Menurut laporan dari The Game Post, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan kasus ini secara damai, meski isi kesepakatan termasuk kemungkinan kompensasi tidak diumumkan ke publik.

Pada Mei lalu, Bungie sebenarnya mencoba untuk membatalkan gugatan tersebut.

Namun upaya itu gagal karena hakim federal AS menilai Bungie tidak bisa memberikan bukti yang cukup kuat.

Salah satu bukti penting yang diharapkan pengadilan adalah versi awal Destiny 2 yang masih menyertakan kampanye cerita original.

Sayangnya, konten tersebut sudah dihapus dan dimasukkan ke dalam content vault, sehingga secara resmi tidak lagi dapat diakses ataupun diverifikasi.

Dokumen pengadilan menyebutkan bahwa negosiasi berhasil dan menghasilkan penyelesaian atas semua klaim.

Para pihak diberi waktu 60 hari untuk mengajukan keberatan jika ada hal yang belum sesuai, tetapi sejauh ini mereka telah sepenuhnya sepakat pada kompromi.

Tahun Sulit untuk Bungie

Penyelesaian ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Bungie sepanjang tahun ini.

Studio tersebut sebelumnya juga dituduh melakukan plagiarisme pada proyek Marathon serta Destiny 2, termasuk insiden ketika karya seorang artis eksternal digunakan tanpa izin.

Selain dugaan plagiarisme, Bungie sedang menghadapi gugatan besar senilai $200 juta dari Christopher Barrett, mantan direktur Destiny 2 dan Marathon.

Sony, yang mengakuisisi Bungie pada 2022, bahkan sempat merilis dokumen yang memuat tuduhan mengenai perilaku tidak pantas Barrett terhadap beberapa karyawan perempuan, termasuk adanya permainan Truth or Dare bernuansa seksual.

Baca juga: Pete Parsons Mundur dari Bungie: Warisan Kontroversi, PHK Massal, dan Koleksi Mobil Mewah

Kinerja Destiny 2 Dianggap Mengecewakan

Di sisi bisnis, Destiny 2 juga dilaporkan gagal memenuhi ekspektasi Sony.

Dalam laporan keuangan terbarunya, Sony mencatat penurunan profit pada divisi game akibat kerugian penurunan nilai terkait aset Bungie dan performa Destiny 2.

Dengan semua tekanan ini, penyelesaian gugatan Martineau setidaknya mengurangi satu beban hukum besar bagi Bungie.

Namun, studio ini jelas masih memiliki banyak tantangan untuk memulihkan reputasi dan kepercayaan penggemar di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU