Destiny 2 Alami Penurunan Pemain Terparah Sejak 2018(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Game legendaris besutan Bungie, Destiny 2, tengah menghadapi masa-masa sulit yang belum pernah terjadi sejak peluncurannya lebih dari satu dekade lalu.
Setelah berbagai kontroversi, keputusan desain yang tidak populer, dan sistem konten baru bernama Portal yang justru membuat pemain kecewa, banyak yang mulai bertanya-tanya: apakah ini akhir dari Destiny 2?
Baca juga: Game Destiny 2 Diduga Curang, Battleye Bakalan Gagal?
Moral pemain kini berada di titik terendah. Peluncuran sistem Portal yang dimaksudkan untuk menggantikan model konten musiman, justru dianggap gagal total.
Ditambah lagi dengan sistem kekuatan dan loot yang memakan waktu, banyak pemain merasa lelah dan kehilangan motivasi untuk terus bermain.
Baru-baru ini, sebuah alat analisis baru bernama Popularity.report, yang dikembangkan oleh komunitas penggemar Destiny, memungkinkan pemain melihat data jumlah pemain secara lebih detail dari sebelumnya.
Jika dulu data hanya mengandalkan SteamDB yang terbatas pada pemain PC di platform Steam, kini informasi yang ditampilkan jauh lebih lengkap dan menyeluruh.
Hasilnya? Kondisi Destiny 2 benar-benar memprihatinkan.
Berdasarkan laporan tersebut, jumlah pemain aktif kini mencapai titik terendah dalam sejarah game ini, bahkan lebih buruk dibandingkan masa kelam Curse of Osiris pada tahun 2018.
Saat itu, komunitas sempat memberontak karena jalan cerita yang singkat, area permainan yang repetitif, serta endgame yang dianggap lemah dan membosankan.
Ironisnya, delapan tahun kemudian, masalah yang sama muncul kembali.
Pemain kini kembali mengeluhkan cerita yang tidak memuaskan, aktivitas yang terasa diulang-ulang, serta meta permainan yang membingungkan dan tidak menarik.
Kondisi ini mengingatkan pada masa krisis yang pernah dialami Bungie pada awal 2018.
Dalam sebuah presentasi di Game Developers Conference (GDC), mantan manajer umum Destiny 2, Justin Truman, mengungkapkan bahwa studio sempat berada di ambang kehancuran total.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net