Destiny 2: Edge of Fate(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Destiny 2: Edge of Fate resmi dirilis hari ini, dan meskipun ekspansi ini belum sepenuhnya bisa dimainkan, banyak pemain yang sudah lebih dulu merasakan atmosfer awalnya melalui fitur pre-load.
Menariknya, saat masuk ke layar judul, kamu akan langsung disambut dengan kejutan yang memicu rasa nostalgia terutama bagi para pemain lama Destiny.
Yang bikin momen ini begitu spesial adalah lagu latar yang dimainkan saat berada di menu utama.
Bukan musik baru, melainkan lagu tema ikonik dari Destiny pertama, yang dulunya diciptakan oleh Martin O'Donnell dan Michael Salvatori.
Lagu ini sempat absen selama bertahun-tahun dalam seri Destiny, namun kini kembali untuk membangkitkan kenangan masa lalu para Guardian veteran.
Edge of Fate menjadi pembuka dari babak baru bernama Fate Saga, sekaligus menandai perubahan arah besar dalam model ekspansi Destiny 2.
Alih-alih menghadirkan satu pembaruan besar seperti The Witch Queen atau Beyond Light, Bungie kini memilih merilis pembaruan berskala menengah sebanyak dua kali dalam setahun.
Strategi ini diharapkan bisa menghadirkan konten yang lebih konsisten dan segar.
Salah satu misi penting Bungie lewat ekspansi ini adalah menciptakan pengalaman bermain yang lebih terarah dan mudah dipahami, terutama bagi kamu yang baru pertama kali mencicipi Destiny 2.
Hal ini menjadi penting mengingat banyak konten lama dari game ini telah di-vault dan tidak bisa diakses lagi.
Bahkan, cerita dari versi dasar Destiny 2 pun kini sudah tidak bisa dimainkan, yang kerap menjadi sumber kekecewaan baik bagi pemain baru maupun penggemar lama.
Edge of Fate juga menjadi peluang bagi Bungie untuk memperbaiki citra mereka di mata komunitas.
Setelah mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja, persoalan hukum, dan kritik tajam dari penggemar, ekspansi ini bisa menjadi momen kebangkitan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net