Rabu, 29 OKTOBER 2025 • 09:50 WIB

Bos MindsEye Tuding Adanya Sabotase di Perusahaan Jadi Penyebab Game Gagal

Author

MindsEye(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Kabar mengejutkan datang dari dunia game. Leslie Benzies, pendiri Build A Rocket Boy sekaligus bos dari game MindsEye, menuding adanya sabosate atau pengkhianat internal yang menyebabkan game garapannya gagal di pasaran.

Pernyataan ini terungkap dalam pertemuan internal perusahaan yang berlangsung pada bulan Juli lalu, tak lama setelah MindsEye dirilis dan mendapat banyak kritik negatif.

Berdasarkan laporan BBC, transkrip pertemuan tersebut telah diverifikasi keasliannya.

Baca juga: Diduga Terlibat Pelecehan, Pengembang MindsEye Layangkan Surat Terbuka Keras untuk Pimpinan Build A Rocket Boy

Benzies: Ada Pihak Dalam yang Merusak Game

Dalam rapat tersebut, Benzies menyebut bahwa gelombang komentar negatif terhadap MindsEye tidak pantas dan menduga ada pihak internal maupun eksternal yang sengaja menggagalkan peluncuran game tersebut.

Ia bahkan berjanji akan membersihkan para saboteur dari perusahaan.

“Aku merasa jijik mengetahui ada orang yang duduk di antara kita, berperilaku seperti itu, dan masih bekerja di sini,” ujar Benzies kepada seluruh karyawan.

Menariknya, pernyataan keras ini datang hanya seminggu setelah pihak studio mengumumkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) di dalam perusahaan.

Mantan Karyawan Ungkap Masalah Sebenarnya

Namun, menurut sejumlah mantan pegawai Build A Rocket Boy, penyebab utama gagalnya MindsEye bukanlah sabotase, melainkan kurangnya arah yang jelas dari pimpinan.

Seorang mantan karyawan bernama Jamie mengatakan bahwa Benzies tidak pernah benar-benar tahu ingin membuat game seperti apa. Hal itu membuat proses pengembangan berjalan tanpa arah.

Masalah lain juga datang dari kebiasaan Benzies yang dikenal terlalu mengatur setiap detail proyek. Ia sering memberikan catatan pribadi saat bermain versi pengujian game.

Catatan ini bahkan dijuluki "Leslie Ticket" oleh tim pengembang karena selalu menjadi prioritas utama.

“Apapun yang sedang kamu kerjakan, begitu ada Leslie Ticket, semua harus berhenti dan fokus ke itu,” ungkap mantan analis data utama, Ben Newbon.

Ia juga menambahkan bahwa banyak masukan dari karyawan tidak pernah ditanggapi.

Sementara itu, mantan pegawai lain, Margherita Peloso, mengaku pernah ditertawakan saat mencoba menyampaikan kritik di rapat.

Budaya Kerja Keras dan Antisipasi Kritik

Dalam laporan yang sama, BBC juga menyoroti budaya kerja lembur ekstrem (crunch) di Build A Rocket Boy menjelang peluncuran MindsEye.

Banyak karyawan mengaku sudah memperkirakan bahwa game tersebut akan mendapat sambutan buruk sejak sebelum rilis.

Bahkan pada awal Oktober, sejumlah pengembang MindsEye menandatangani surat terbuka untuk mengecam perlakuan tidak sopan dan kurangnya rasa hormat dari pihak eksekutif.

Tanggapan Resmi dari Build A Rocket Boy

Dalam pernyataannya kepada BBC, pihak studio mengatakan bahwa seluruh staf telah menuangkan semangat, kreativitas, dan kerja keras dalam pengembangan game.

Mereka juga menyebut sangat sedih karena terpaksa melakukan PHK setelah peluncuran.

Menanggapi tudingan adanya pihak internal dan eksternal yang merusak game, pihak studio menegaskan bahwa Leslie dan seluruh manajemen senior bertanggung jawab penuh atas peluncuran awal MindsEye.

"Versi yang dirilis memang belum mencerminkan pengalaman terbaik yang seharusnya diterima komunitas kami," ungkap pihak studio.

Baca juga: Peluncuran Gagal Total! Developer MindsEye Bakal Lay Off Ratusan Karyawan

Tudingan Lama Kembali Muncul

Ini bukan pertama kalinya kegagalan MindsEye dikaitkan dengan pihak luar.

Sebelum game dirilis, co-CEO studio Mark Gerhard pernah menulis di server Discord bahwa banyak reaksi negatif dibiayai oleh seseorang.

Ia bahkan menyebut ada usaha terorganisir untuk menjatuhkan reputasi studio.

Namun, pihak publisher IO Interactive kini tampak menjauh dari proyek ini.

CEO Hakan Abrak menyatakan bahwa IOI akan kembali fokus menerbitkan game buatannya sendiri dan belum memutuskan masa depan kerja sama dengan MindsEye.

Kisruh di balik layar MindsEye menunjukkan betapa rumitnya proses pembuatan game besar.

Tuduhan sabotase, konflik internal, dan kepemimpinan yang tidak stabil membuat proyek ambisius ini berakhir dengan hasil yang mengecewakan.

Kini, masa depan Build A Rocket Boy menjadi tanda tanya besar, apakah mereka bisa bangkit kembali, atau justru tenggelam bersama reputasi MindsEye yang penuh kontroversi?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU