INDOZONE.ID - Studio pengembang game MindsEye, Build A Rocket Boy (BARB), kembali menjadi sorotan setelah 93 pengembang, baik yang masih aktif maupun mantan karyawan menandatangani surat terbuka yang ditujukan langsung kepada jajaran eksekutif studio.
Dalam surat tersebut, para pekerja menuntut tanggung jawab atas perlakuan tidak manusiawi dan kurangnya rasa hormat yang berlangsung lama di lingkungan kerja mereka. Alias diduga terlibat pelecehan.
Langkah ini muncul setelah peluncuran MindsEye yang dianggap gagal total secara komersial dan teknis, serta berujung pada pemutusan kerja massal yang menimpa sekitar 250–300 karyawan di berbagai divisi.
Baca juga: Build a Rocket Boy Umumkan PHK Usai MindsEye Gagal di Pasaran
Dalam surat yang disebarkan bersama Game Workers Branch dari serikat pekerja Independent Workers of Great Britain (IWGB), para pengembang menegaskan bahwa masalah internal dan kepemimpinan buruk menjadi penyebab utama kegagalan MindsEye.
Karyawan juga mengeluhkan komunikasi internal yang buruk, jam lembur berlebihan, serta penanganan PHK yang kacau dan tidak manusiawi.
Dalam empat bulan menjelang peluncuran, setiap karyawan diwajibkan lembur delapan jam per minggu.
Sebagai kompensasi, mereka dijanjikan waktu istirahat 7 jam untuk setiap 8 jam lembur, namun janji itu tidak terpenuhi karena permintaan tambahan pekerjaan “prioritas tinggi” yang terus datang.
Para pengembang yang menandatangani surat ini mengajukan empat tuntutan utama kepada pimpinan Build A Rocket Boy, termasuk CEO Mark Gerhard dan pendiri Leslie Benzies:
1. Permintaan maaf secara terbuka dan kompensasi yang layak untuk semua karyawan yang terdampak PHK.
2. Kebebasan bagi karyawan yang masih aktif untuk memilih antara menyelesaikan masa kerja atau menerima Payment in Lieu of Notice.
3.Perbaikan sistem kerja internal, termasuk pengakuan resmi terhadap IWGB sebagai serikat pekerja di BARB.
4.Keterlibatan pihak ketiga independen dalam proses PHK ke depan untuk mencegah ketidakadilan serupa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net