Tim Penulis Silent Hill f Ditantang Membaca 100–200 Buku per Tahun
INDOZONE.ID - Kesuksesan Silent Hill f tidak hanya lahir dari visual horor yang mencekam atau latar Jepang era 1960-an.
Di balik pengembangan game ini, Konami menerapkan proses kreatif yang tidak biasa.
Tim penulis skenario bahkan ditantang untuk membaca 100 hingga 200 buku setiap tahun, agar mampu memahami gaya penulisan sang penulis utama, Ryukishi07.
Strategi tersebut diungkapkan langsung oleh produser Motoi Okamoto, dalam konferensi CEDEC 2026. Menurutnya, memahami karya seorang penulis adalah langkah penting sebelum mengadaptasikan ide mereka ke dalam sebuah game.
Baca juga: Cara Membuat Keranjang Kuning di TikTok, Pemula Wajib Tahu!
Dalam presentasinya di CEDEC 2026, Motoi Okamoto menjelaskan bahwa seluruh tim skenario saling mendorong untuk membaca sebanyak mungkin karya sastra, termasuk novel dan cerita yang pernah ditulis oleh Ryukishi07.
Target membaca yang diberikan tidak main-main, yakni sekitar 100 hingga 200 buku setiap tahun selama masa pengembangan Silent Hill f.
Menurut Okamoto, langkah tersebut bukan sekadar latihan membaca, tetapi bentuk penghormatan terhadap penulis yang dipercaya menggarap cerita game.
"Jika kamu ingin bekerja sama dengan seorang penulis, setidaknya kamu harus membaca sebagian besar karya mereka. Selain sebagai bentuk rasa hormat, cara ini membantu memahami kelebihan, kekurangan, karakteristik, dan gaya penulisan mereka."
Pendekatan ini membuat tim lebih mudah menerjemahkan visi Ryukishi07 ke dalam alur cerita, karakter, hingga atmosfer yang menjadi ciri khas Silent Hill f.
Ryukishi07 dikenal sebagai penulis yang memiliki gaya narasi kompleks, penuh misteri, psikologi, dan emosi.
Karena itu, Konami ingin setiap anggota tim memahami bagaimana ia membangun ketegangan, menyusun dialog, hingga menciptakan karakter yang berkesan.
Dengan mempelajari banyak karya sang penulis, tim dapat menghasilkan cerita yang tetap terasa autentik tanpa menghilangkan identitas khas Silent Hill.
Pendekatan ini juga membantu menjaga konsistensi antara naskah, desain karakter, hingga penyampaian cerita di dalam permainan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net