INDOZONE.ID - Setelah dirilis pada September 2023 dengan ekspektasi yang luar biasa tinggi, Starfield justru menjadi salah satu kegagalan paling mengejutkan dalam sejarah modern Bethesda Game Studios.
Baca juga: Starfield Memperkenalkan Ekspansi Shattered Space dan Pembaruan 1.14.70: Inovasi dan Perbaikan Bug
Yang paling mencolok dari perjalanan Starfield adalah betapa sepinya dukungan pasca-rilis, karena sepanjang 2025 nyaris tidak ada konten baru, tidak ada roadmap jelas, bahkan tidak ada komunikasi berarti dari Bethesda mengenai masa depan game ini.
Ekspansi Shattered Space yang sempat diharapkan menjadi titik balik justru gagal total, karena alih-alih memperbaiki fondasi permainan, DLC tersebut malah memperkuat kesan bahwa Starfield adalah game luas tanpa kedalaman yang cukup untuk membuat kamu betah berlama-lama.
Dibandingkan dengan kisah kebangkitan The Elder Scrolls Online yang dulu juga dirilis dalam kondisi buruk namun terus diperbaiki selama bertahun-tahun, Starfield terasa seperti proyek yang perlahan ditinggalkan oleh penciptanya sendiri.
Harapan sempat muncul lewat rumor bahwa Bethesda sedang menyiapkan Starfield versi 2.0 yang akan dirilis bersamaan dengan versi PlayStation 5 pada 2026, namun bocoran dari berbagai pihak justru membuat ekspektasi kamu perlu diturunkan jauh-jauh.
Beberapa influencer yang dikabarkan melihat presentasi tertutup menyebut adanya perbaikan, tetapi bukan dalam skala revolusioner seperti Cyberpunk 2077 versi 2.0, sebuah perbandingan yang terasa krusial jika Bethesda benar-benar ingin menyelamatkan reputasi Starfield.
Masalah terbesar Starfield bukan sekadar performa teknis atau loading screen, melainkan desain dasarnya yang terlalu luas namun dangkal, dunia yang terasa terfragmentasi, dan eksplorasi yang kehilangan rasa keajaiban khas RPG Bethesda.
Berbeda dengan Cyberpunk 2077 yang sebenarnya memiliki fondasi cerita dan dunia kuat namun rusak oleh masalah teknis, Starfield justru bermasalah pada struktur permainannya, di mana skala besar antargalaksi tidak diiringi konten yang cukup bermakna untuk membuat kamu merasa terhubung.
Tanpa tambahan quest besar, perubahan sistem eksplorasi, dan penyempurnaan narasi yang signifikan, versi 2.0 berisiko hanya menjadi tambalan kosmetik yang tidak benar-benar mengubah pengalaman inti yang sejak awal terasa hambar.
Fakta bahwa sepanjang 2025 Starfield hanya menerima dua update kecil yang berfokus pada stabilitas, tanpa satu pun konten substansial, menunjukkan betapa rendahnya prioritas game ini di mata Bethesda saat ini.
Baca juga: Starfield Dianggap Membosankan, The Outer Worlds Tunjukkan Cara yang Lebih Menarik
Mungkin pada 2026 Starfield akhirnya akan menjadi game yang layak kamu instal ulang dan coba kembali, tetapi sulit mengabaikan kenyataan bahwa satu tahun penuh telah berlalu tanpa perkembangan berarti, sebuah sinyal yang sangat buruk bagi game RPG sebesar ini.
Jika Bethesda memang ingin move on ke The Elder Scrolls VI atau Fallout berikutnya, itu sah-sah saja, tetapi meninggalkan Starfield dalam kondisi setengah matang sambil menjanjikan “hal-hal menarik” yang tak pernah datang adalah kekecewaan besar bagi kamu yang masih berharap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kotaku