INDOZONE.ID - Capcom akhirnya memberikan gambaran lebih jelas tentang Pragmata, proyek ambisius yang sempat tertunda cukup lama sejak pertama kali diumumkan pada 2020 lalu.
Game yang mengisahkan petualangan seorang pria berseragam luar angkasa bernama Hugh bersama android muda bernama Diana ini dijadwalkan rilis pada 2026, setelah beberapa kali mengalami penundaan.
Baca juga: Pragmata Hadirkan Perpaduan Aksi Tembak dan Hacking Paling Unik, Capcom Siap Guncang Dunia Game
Naoto Oyama, produser Pragmata, mengakui bahwa pengembangan game ini memakan waktu bertahun-tahun karena penuh dengan proses trial and error.
Konsep awal yang terlihat menarik di trailer 2020 ternyata tidak sepenuhnya bisa diterapkan ke dalam gameplay penuh.
Tim Capcom pun harus melakukan berbagai iterasi agar sistem permainan terasa menyenangkan dari awal hingga akhir.
Oyama yang juga terlibat di Dragon’s Dogma 2 menjelaskan, ada banyak ide yang sebelumnya dicoba namun akhirnya dibuang karena tidak sesuai dengan visi besar Pragmata.
Fokus utama tim kini adalah menyempurnakan mekanik inti: kolaborasi unik antara Hugh dan Diana.
Gameplay Pragmata menghadirkan kombinasi yang jarang ditemui dalam game AAA.
Hugh mengandalkan berbagai senjata untuk bertarung, sementara Diana mendukungnya lewat kemampuan hacking.
Yang menarik, kekuatan keduanya tidak bisa berdiri sendiri. Hanya dengan kerja sama, pemain bisa mengalahkan musuh dengan efektif.
Saat kamu membidik musuh, ada dua opsi:
- Menembak menggunakan senjata Hugh.
- Mengaktifkan puzzle real-time lewat Diana untuk meretas musuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net